Showing posts with label opini. Show all posts
Showing posts with label opini. Show all posts

Wednesday, April 13, 2016

Bagaimana menemukan Ide untuk menulis..?


Tak banyak yang tahu dan menyadari apa sebenarnya yang sedang kita fikirkan. Berjalannya waktu juga terkadang belum mampu membuat “ide” muncul kepermukaan. Tetapi sebenarnya banyak hal yang bisa kita lakukan agar ide bisa hadir dikeseharian aktifitas. Awalnya saya juga bingung harus menulis apa untuk tema tulisan saya kali ini, mulai berfikir tapi ga kepikiran.. hahaha..

Ditengah kebingungan saya dalam menemukan “ide”, akhirnya segi keisengan saya muncul. Dari berbagai references yang saya baca serta ditambah pengalaman pribadi yang dialami, ternyata kebingungan itu sebenarnya bisa dijadikan tema tulisan lho… hihihi. Inilah tema yang saya angkat pada tulisan kali ini “Bagaimana menemukan ide untuk menulis”. Mari kita kupas satu persatu yaa..

1. Jangan biarkan perut kosong
Otak butuh nutrisi, Otak manusia merupakan salah satu organ yang memiliki kemampuan menakjubkan dan mengambil banyak peranan sebagai pusat pengendali seluruh aktivitas tubuh. Berat keseluruhan otak manusia dewasa tidak lebih dari 1,5 kg (atau hanya 1300-1400 gram) dengan sel-sel (neuron) mencapai 100 miliar hingga 1 triliun. Berat otak hanya sekitar 2,5 persen dari berat keseluruhan manusia, namun 25 persen pasokan makanan harus dialihkan ke otak. Nach kebayang khan kalau sebenarnya kemampuan berfikir seseorang dipengaruhi oleh asupan nutrisinya. Oleh karena itu bila ingin menemukan ide, sebaiknya perut diisi dulu yaa.. agar nutrisi otak juga terpenuhi dan mampu berfikir. Bila otak sudah bekerja optimal diharapkan si “Ide” pasti muncul. Makan minum yang cukup dan seimbang menentukan cara berfikir kamu

2. Pilih tempat yang membuat kamu nyaman
Setiap orang pasti memiliki tempat favorit untuk sekedar menyalurkan hobby atau relaksasi. Nach pilihlah tempat yang mampu membuat kamu nyaman. Seperti: sekedar nongkrong di café menikmati suasana, secangkir teh atau kopi panas dengan cemilan tentunya. Bisa jadi yang senang menyendiri dikamar juga merupakan alasan tepat agar si “Ide” bisa muncul, sambil dengerin musik, nonton televisi atau membaca dikamar. Dan bagi kamu yang memiliki hobby travelling pilihlah destinasi yang senyaman mungkin yaa.. sehingga ketika suasana nyaman, fikiran pun menjadi terbuka.

3. Melihat situasi sekitar
Terkadang ide itu meuncul disaat-saat tidak terduga, dikeramaian sekitar, melihat situasi disekeliling kamu juga mampu memunculkan ide. Mulailah peka dengan kehidupan sekitarmu, lihat, renungkan, fikirkan dan analisa hal tersebut. Bisa saja hal-hal kecil yang terjadi mampu memberikan ruang pada pemikiran kamu untuk menulis. Memulai dengan hal yang simpel, sederhana tetapi diramu dengan kreatifitas dan inovasi serta banyak membaca tentu tulisan kamu akan lebih berkualitas.

4. Membangun silaturrahmi atau networking
Ide tak jarang muncul ketika kita berdiskusi, bertemu dengan orang-orang baru. Dimulai dari ngobrol-ngobrol ringan, bertukar cerita atau sekedar say hello. Ketika bertemu dengan orang baru tentu banyak hal yang bisa dijadikan ide dan bahan menulis, gali, kembangkan itu menjadi sesuatu. Tak ada salahnya eksis dimedia sosial, selama itu memberi manfaat mengapa tidak? Tinggal bagaimana kita menyikapi sesuatu secara lebih rasional.

5. Menggali gagasan dengan membaca
Buku adalah gudang gagasan, pemikiran, fakta, opini, informasi. Terlepas dari minat kamu untuk membaca, buku merupakan cara untuk menajamkan pemikiran dan memperluas sudut pandang. Jadi, mulailah untuk melatih diri sendiri untuk membaca buku dan temukan hal-hal baru yang sebelumnya tidak  disadari.

6. Rasionalisasikan rasa ingin tahu
Memupuk rasa ingin tahu yang tinggi bukan hal yang buruk, bila hal itu disikapi positif dan rasional pasti memunculkan ide yang cemerlang. Mulailah cari tahu apa yang kamu tidak tahu, mulailah mengikuti rasa penasaran kamu dengan bijak, saya yakin dari sikap tersebut justru memunculkan ide baru

7. Dokumentasikan apa yang dilihat dan dikerjakan
Meski hanya sekedar memotret objek yang kamu liat, bahkan selfi, membawa catatan, update status di media sosial bisa jadi ketika melihat kembali, mengotak-atik mobile phone kamu akan muncul ide untuk menulis. Kebiasaan justru sangat bermanfaat untuk proses berpikir kreatif. Bila setiap moment keseharian kamu dokumentasikan, suatu saat nanti tentu ada keinginan untuk menulis.


Ketika kehilangan “ide” menjadi masalah kamu, silahkan mencoba langkah-langkah diatas. Orang bilang membaca adalah “Membuka Jendela Dunia”, tetapi menulis membuat “Dunia Lebih Berwarna”. Rubah mindset kamu bahwa sebenarnya menulis itu tidak sulit, bahwa menulis itu asyik, bahwa menulis itu sesuatu yang menyenangkan. Karena dengan menulis kita bisa BERBAGI untuk anak bangsa ini. Semoga tulisan ini mampu memunculkan keinginan kamu untuk menulis yaa.. 

Nama : HETTY ISMAINAR
TTL  : Pekanbaru, 17 Oktober 1979
Pendidikan : Magister Manajemen Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Pekerjaan  : Karyawan | Prodi IKM STIKes Hang Tuah Pekanbaru
Motto Hidup : Preparation well make is The Best Result
Social Media :
  • Facebook : Hetty Ismainar
  • Pin BB: 5CB82CC0
Terimakasih kepada Ibunda Hetty yang telah mengirimkan karya tulis ke 4 nya ke Gema-IKM.co.nrKami tunggu karya tulis lainnya.

Thursday, April 7, 2016

Organisasi Bukan Penghambat Akademik


Pada saat ini, banyak saya jumpai mahasiswa yang mengatakan bahwa organisasi menghambat akademik, menghambat aktivitas dan membuang waktu seperti tidak ada waktu untuk jalan-jalan dan lain sebagainya. Pendapat-pendapat itu pasti sering kamu dengar dari sebagian teman kamu di kampus, “Kenapa kamu ikut organisasi? Apa tidak capek? Apa tidak keteran dengan jam kuliah? Apa tidak ketinggalan mata kuliah? Apa tidak takut IPK rendah? Organisasi membuat kita tidak bisa nongkrong dan jalan-jalan.” Pertanyaan-pertanyaan itu pasti sering kamu dengar, tidak hanya satu atau dua orang saja.  Orang-orang yang sudah diorganisasi sudah bisa dibilang kebal dengan pertanyaan tersebut dan menjadi hal yang tidak asing lagi. Ada dua hal yang membuat mereka mengutarakn pertanyaan tersebut:

  1. Sudah pernah ikut organisasi, namun tidak dapat membagi waktu dengan benar sehingga segala aktivitas jadi terhambat
  2. Tidak pernah ikut organisasi tapi melihat orang di sekelilingnya banyak yang tidak bisa membagi waktu antara organisasi dan akademik sehingga membuatnya takut untuk terjun kedalam organisasi.


Organisasi merupakan sebuah system kerja sama antara dua orang atau lebih yang memiliki visi dan misi yang sama serta teroganisir. Sistem tersebut merupakan kesatuan organis yang menyeluruh dan saling berinteraksi satu dengan yang lainnya, serta bersifat dinamis. Tapi, sebagian mahasiswa menganggap bahwa pengertian tersebut tidak akan bisa membuat orang dengan mudah memahami arti penting dari keterlibatan orang lain dalam sebuah organisasi. Mereka masih menganggap bahwa orang yang berada dalam suatu organisasi tidak akan bisa mengatur waktu antara berorganisasi dan belajar. Misalnya antara kuliah dengan kegiatan organisasi. Persepsi tersebut justru malah membuat mind set mahasiswa itu percaya. Pengaruh tersebut selalu membayangi pikiran mahasiswa yang baru terjun ke dunia organisasi. Padahal, apa yang ada di mind set mahasiswa itu sendiri apabila terus difikirkan malah akan membuat hal tersebut menjadi nyata. Sehingga mahasiswa tersebut seharusya mengatur ulang mind set yang awalnya memisahkan antara berorganisasi dengan kuliah dengan menyatukan kedua hal tersebut. Mengapa demikian, karena dengan memisahkan mereka akan membuat kita mempunyai dua beban yang berat. Tapi, jika kita menyatukan antara satu dengan yang lainnya maka beban akan menjadi lebih ringan dan perjalanan antara organisasi dan kuliah pun akan berdampingan.

Bila diamati berdasarkan aktivitasnya, terdapat dua tipe mahasiswa yaitu pertama tipe mahasiswa yang apatis terhadap kegiatan organisasi kemahasiswaan dan kedua adalah tipe mahasiswa aktif di organisasi kemahasiswaan (aktivis). Kedua tipe tersebut sangat jelas terlihat perbedaannya.

Mahasiswa yang apatis itu hanya memikirkan dunia perkuliahannya saja dan segala sesuatunya selalu diukur dengan pencapaian kredit mata kuliah dan indeks prestasi yang tinggi serta berupaya menyelesaikan kuliah dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Namun biasanya tipe mahasiswa seperti ini, akan mengalami kelemahan dalam hal sosialisasi diri dengan lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Dampak negatifnya bisa saja dirasakan ketika telah memasuki ‘dunia kerja’. Tipe mahasiswa ini lebih pada sikap pragmatis yang dimilikinya yaitu kuliah secepatnya, lulus jadi sarjana dan ‘siap kerja’. Sesederhana itukah kita?

Nyatanya dunia kerja tidak sekedar menuntut kualitas kesarjanaan, tetapi juga menuntut kualitas sosialisasi. Apalagi dunia kerja yang menuntut kerja sama dan interaksi yang lebih intensif, serta mengutamakan kemampuan logika berbahasa. Sarjana yang hanya sekedar mengandalkan logika dunia keilmuannya tentu akan merasa kesulitan.

Sedangkan tipe mahasiswa aktivis adalah mahasiswa yang selain menekuni aktifitas perkuliahan tapi juga menyempatkan untuk mengikuti organisasi kemahasiswaan. Keaktifan di organisasi ini biasanya dilandasi oleh bakat, hobi, tuntutan jiwa organisasi dan kepemimpinan, tuntutan sosial atau berupa pelarian dari aktivitas perkuliahan yang kadang dianggapnya membosankan.

Konsekuensi logis dari sosok mahasiswa seperti ini tentunya konsentrasi pemikiran dan waktu akan terbagi menjadi dua, satu sisi pada perkuliahan dan sisi yang lain pada kegiatan organisasi.

Namun, bila dilihat dari kemampuan berorganisasi dan kepemimpinan serta sosialisasi tentu akan sangat berbeda bila dibandingkan dengan mahasiswa yang apatis. Pengalaman dalam mengungkapkan realita dan bermain logika dalam berbahasa semakin mematangkan diri sebagai sosok mahasiswa. Apalagi bila dikaitkan dengan fungsi lain dari kampus sebagai agen perubahan (agent of change), maka peran para mahasiswa ini tak dapat dilihat dengan sebelah mata. Mereka selalu menjadi motor penggerak dalam menyuarakan aspirasi masyarakat dalam menyikapi tuntutan-tuntutan kritis masyarakat dan permasalahan kesehatan, sosial, ekonomi dan politik lainnya.

Kecuali bagi mahasiswa yang membuat aktifitasnya di organisasi kemahasiswaan hanya sebagai pelarian dari aktifitas perkualiahannya. Kegiatan kuliah, penyelesaian tugas, praktikum, aktualisasi ide dan kajian keilmuan, dan sebagainya malah terabaikan. Organisasi kemahasiswaan hanya dijadikan tempat untuk menyenangkan diri. Sosok mahasiswa aktivis ini tentunya bukan sosok mahasiswa yang diharapkan. Karena memang kewajiban utama seorang mahasiswa adalah mengikuti perkuliahan dengan penuh tanggung jawab.

Semua orang pasti menginginkan untuk menjadi sarjana plus yaitu sarjana yang tidak hanya pintar dalam keilmuannya tapi juga mampu bersosialisasi dan berorganisasi dengan baik dan bertanggung jawab dengan lingkungannya serta peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat.

Oleh karena itu, kita harus memperbaiki pemahaman bagaimana cara kita berorganisasi, dari berpikir bahwasanya organisasi merupakan sebuah alasan ketika prestasi kita menurun di bidang akademik menjadi pola pikir yang menjadikan sebuah organisasi menjadi sebuah prestasi yang dapat di banggakan. Terbukti dengan prestasi banyaknya mahasiswa yang mengikuti organisasi, hidup dalam perkuliahan jauh lebih baik dari pada yang tidak mengikuti organisasi, mereka yang mengikuti organisasi cenderung lebih aktif dan memiliki pemikiran yang jauh lebih baik dari pada yang tidak berorganisasi ketika mereka berada di dalam kelas, dan hal itu dapat menampik alasan para mahasiswa yang terkena sanksi bahwa organisasilah yang membuat mereka tidak lagi berprestasi. Mereka yang berkata demikian sebenarnya mereka tidaklah menghayati arti dari organisasi, atau mereka dalam mengikuti organisasi hanya main-main.

Jika kita teliti lebih lanjut prestasi dalam bidang akademik dapat di kaitkan dengan prestasi di bidang organisasi, seseorang yang hanya dapat berprestasi dalam bidang akademik cenderung susah dalam bersosialisasi ketika mereka lulus nanti ini dikarnakan kurangnya pengalaman yang mereka dapatkan, toh kelak ketika kita lulus nanti kita akan bekerja dan dalam bekerja itu merupakan suatu organisasi yang dipimpin oleh seorang Direktur Perusahaan (jika kita bekerja di sebuah perusahaan), Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah (jika kita menjadi seorang guru), jika kita jarang berorganisasi atau malah tak pernah berorganisasi mereka akan cenderung sulit untuk beradaptasi dengan suasana yang ada dalam lingkungan kerja. Sebaliknya seseorang yang senang berorganisasi ia akan dapat bersosialisasi dalam bekerja dengan baik, karena ia sudah terbiasa dengan organisasi sehingga ia dapat bekerja dengan baik.

Sebagai mahasiswa hendaknya mulai membiasakan diri dengan organisasi yang telah tersedia disekitar lingkungan kampus kita. Mengapa dikatakann sukses dalam berorganisasi dan akademik akan menjamin kesuksesan di massa yang akan datang? Padahalkan ketika kita menyatukan keduanya sangatlah sulit bahkan tak jarang mahasiswa yang terbengkalai kuliahnya karena ke-asyikan dalam berorganisasi. Oleh karena itu, dikatakan bahwa orang yang sukses atau berprestasi dalam bidang akademik dan organisasi akan menjamin kesuksesan di massa yang akan datang, dikarnakan orang yang dapat menyatukan keduanya dengan baik orang itu dapat membagi waktu dengan baik antara berorganisasi dan dengan belajar, sehingga ia akan sukses dalam kehidupan massa yang akan datang.

Bahkan ada yang berkata bahwa ”Mahasiswa, akademik dan organisasi, kalimat ini memang sudah sangat singkron dan sudah begitu melekat untuk disandingkan menjadi elemen kata yang tidak bisa dipisahkan. Hal ini dikarenakan semua aktivitas kampus yang ada saat ini pasti ada kaitannya antara dunia akademik dan organisasi. Kampus merupakan kawah candradimuka bagi para mahasiswa sebagai insan kampus yang masih idealis yang akan menentukan kemajuan masa depan sebuah bangsa. Mahasiswa harus bisa memahami fungsi serta perannya. Mahasiswa sebagai insan akademis harus bisa menunjukkan keintelektualanya dibuktikan dengan prestasinya. Sedangkan mahasiswa sebagai insan pencipta dan pengabdi bisa ditunjukan dengan salah satunya aktif di organisasi. Karena dengan ikut organisasi jiwa – jiwa sosial, pengembangan soft skill akan terbentuk”

Berdasarkan apa yang telah dipaparkan diatas kita harus dapat menjadi seorang mahasiswa yang mampu sukses atau berprestasi dalam bidang akademik dan organisasi, karena banyak mahasiswa yang hanya berprestasi dalam bidang akademik, banyak pula mahasiswa yang hanya berprestasi dalam bidang organisasi saja, tapi tidak banyak mahasiswa yang berprestasi dalam kedua bidang tersebut, karena ini sangat sulit sekali untuk dilaksanakan secara bersamaan karena banyak sekali hal yang bakal di korbankan.

Namun dari dulu hingga sekarang ada stigma bahwa antara organisasi dan akademik tidak bisa berjalan bersama. Sehingga jika seorang unggul di bidang organisasi maka akademiknya akan kalah. Demikian sebaliknya jika seorang mahasiswa mempunyai IPK tinggi, jiwa organisasinya tidak jalan. Sebenarnya stigma tersebut terbentuk hanya berdasarkan kepada sedikit kasus aja. Terkesan subjektif dalam menyimpulkannya. Jadi stigma tersebut malah akan menjadi penghambat dari jiwa kreatifitas mahasiswa. Mahasiswa akan mandeg dan takut untuk berorganisasi. Mahasiswa yang sudah terlanjur ikut organisasi akan ogah belajar karena sudah terpatri dalam alam pikirnya bahwa tidak mungkin akan mendapat prestasi yang bagus betapapun hebatnya ihtiar yang dilakukan. Stigma di atas tidak benar adanya dan hanya menjadi alasan pembenar bagi orang – orang yang malas dan orang yang tidak mau berubah. Sudah banyak bukti di sekeliling kita bahwa mahasiswa bisa berprestasi dan unggul dalam organisasi secara bersamaan.

Apa saja sih yang menyebabkan kita sebagai mahasiswa dapat berprestasi dalam bidang akademik dan organisasi? Pada intinya hanyalah niat yang ikhlas dalam menunaikan kedua-duanya, mampu membagi waktu dengan baik, kapan ia harus belajar dan kapan dia harus berorganisasi?, tak jarang para aktivis memiliki sebuah jadwal kegiatannya dalam jangkau mingguan, bulanan bahkan memiliki rancangan apa yang akan ia lakukan di 1 tahun, 5 tahun bahkan 10 tahun yang akan datang. Jadwal seperti ini sangatlah penting bagi seorang mahasiswa karna ia dapat membagi dengan baik waktu yang ada, (kapan ia harus belajar dan kapan ia harus berorganisasi?).

Seorang mahasiswa dapat dikatakan berprestasi dalam bidang akademik apabila IPK yang ia miliki lebih besar dari 3,00, sedangkan prestasi dalam organisasi tidak dapat diukur dalam angka-angka, tetapi dapat dinilai dari perubahan yang baik pada diri mahasiswa menjadi lebih baik dan dapat pula dilihat dari segi kesuksesan mereka dalam mengadakan suatu acara atau agenda. Mengapa demikian? Hal ini dikarnakan akademik lebih cenderung pada penilaian-penilaian dari hasil ujian-ujian yang diadakan oleh pihak universitas dan memiliki standar minimal, sedangkan prestasi organisasi dinilai dari segi kematangan seorang mahasiswa dalam berorganisasi dan tidak memiliki standar, karena dalam sebuah organisasi terdiri dari banyak karakter yang berbeda-beda dan memiliki kelebihan masing-masing (ada yang pandai dalam bernegosiasi dengan birokrat, ada yang bisa memenej organisasi dengan baik, dan ada pula yang memiliki keunggulan dalam bidang-bidang lainnya).

Jadikan suatu organisasi menjadi pendamping yang baik bagi prestasi akademik kita dan jangan jadikan pendamping yang menghancurkan prestasi akademik kita. Karena dengan menjadikan organisasi pendamping yang baik bagi prestasi akademik, kita akan menjadi seorang yang memiliki prestasi yang luar biasa karena dapat mengawinkan prestasi akademik dan prestasi organisasi, meski sulit namun tidak sedikit dari mahasiswa yang telah mampu mengawinkan kedua prestasi tersebut. Hasilnya mereka kini sukses di dunia mereka masing-masing. Oleh karena itu kita harus bisa melakukannya karena kita juga seorang mahasiswa yang ingin berprestasi di kemudian hari yang akan datang (kalau bahasa gaulnya sih… kalau mereka bisa kenapa kita gag bisa??)

Mengapa sukses dalam mendapatkan kedua prestasi tersebut mampu menjamin massa depan kita? Dalam bidang akademik sudah dapat kita ketahui bersama nilai akademik yang bagus akan mempengaruhi dimana kelak kita akan ditempatkan ketika kita kerja, namun jangan lupakan manfaat kesuksesan dalam berorganisasi, diantaranya kita dapat menjadi lebih percaya diri, mampu menjadi seorang pembicara yang baik, mudah bersosialisasi dan banyak menambah wawasan yang di dunia akademik kita tidak dapat mendapatkannya, hal ini lah yang dibutuhkan dalam bekerja kelak, selain itu dikarenakan kita sudah terbiasa dalam membagi waktu dengan baik kita dapat menerapkan kebiasaan baik kita di dunia kerja kita, insaallah akan menjadikan kita seorang pekerja yang baik dan akan mendapatkan posisi yang terbaik dari kesuksesan kita massa lampau yakni mampu berprestasi dalam bidang organisasi dan akademik.


Mulai saat ini kita sebagai mahasiswa yang menginginkan kesuksesan datang di kehidupan kita maka kita harus mengubah paradigma di pikiran mahasiswa yang berpikiran kalau organisasi hanya bisa merusak atau memberantakan semua prestasi yang akan di dapatkanya di bidang akademik menjadi sebuah paradigma/ pemikiran tengtang organisasi bukanlah perusak atau penghalang prestasi kita di bidang akademik bahkan dengan organisasi kita sebagai mahasiswa dapat menjadi mahasiswa yang berprestasi dalam bidang akademik dan bidang organisasi. Kenapa harus berorganisasi? Pada dasarnya organisasi sama pentingnya dengan akademik, seorang mahasiswa belum dikatakan mahasiswa jika ia belum pernah merasakan apa yang dinamakan organisasi. Jika seorang mahasiswa kegiatannya hanya belajar, itu tidak beda jauh dengan siswa hanya berganti kostum saja.

Nama : NIRMALA
TTL   : Tembilahan, 01 Januari 1993
Angkatan : Tahun 2011 Prodi IKM Peminatan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku STIKes Hang Tuah Pekanbaru.
Lulus  : Juni 2015 3 Tahun 8 Bulan IPK 3,74
Motto Hidup : Hidup adalah tanggung jawab, oleh karena itu jangan mengatakan tidak sebelum mencoba
Social Media :
  • Facebook : Nirmala
  • Line : Nirmala93
  • BBM : 54C13E3E
  • Twitter : @mala_1193
  • Instagram : nirmala93
  • Email : Nirmala352@ymail.com
Pengalaman Organisasi
  •           Ketua PMR SMAN 1 Tembilahan Hulu (2009-2010)
  •           Ketua PIK-Remaja SMAN 1 Tembilahan Hulu (2009-2010)
  •           Anggota OSIS SMAN 1 Tembilahan Hulu (2009-2010)
  •           Anggota Rohis SMAN 1 Tembilahan Hulu (2008-2010)
  •           Bendahara Forpis PMI Kab. Inhil (2009-2010)
  •           Staff Divisi Dalam Negeri HIMA IKM STIKes Hang Tuah Pekanbaru (2011-2013)
  •           Sekretaris 1 HIMA IKM STIKes Hang Tuah Pekanbaru (2013-2014)
  •           Sekretaris 2 HIMA IKM STIkes Hang Tuah Pekanbaru (2014-2015)
  •           Kepala Redaksi GEMA IKM STIKes Hang Tuah Pekanbaru (2013-2014)
  •           Staff PSDM ISMKMI Wilayah 1
  •           Relawan PMI Kab. Inhil (2008-Sekarang)

Pekerjaan

  • Staff PMI Kabupaten Indragiri Hilir

Terimakasih kepada Ka Nirmala yang telah mengirimkan karya tulisnya ke Gema-IKM.co.nrKami tunggu karya tulis selanjutnya

Monday, March 21, 2016

Peran Mahasiswa dalam Upaya Mitigasi Bencana Karhutla Provinsi Riau


Secara geografi, Provinsi Riau memiliki jenis tanah gambut, dan merupakan salah satu provinsi yang memiliki tanah gambut terluas di Indonesia selain kalimantan. Provinsi Rau memiliki lahan gambut yang mencapai 56 persen total lahan gambut di sumatera. Namun saat ini, lebih dari separuh (50 persen) lahan gambut di Riau sudah rusak. Kerusakan ini disebabkan adanya kegiatan pembukaan lahan ebun, pembakaran, dan aktivitas masyarakat lainnya. Akibatnya menyebabkan terjadinya kabut asap yang diperparah dengan terjadinya musim kemarau.

Dalam kurun waktu 2 tahun terakhir Provinsi Riau mengalami bencana kabut asap sebanyak 2 kali, dan mengakibatkan kasus ISPA meningkat tajam mencapai 14.566 kasus (Dinkes Prov Riau, 2015). Provinsi Riau juga menjadi sorotan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, karena turut mengirimkan asap nya kepada negara tetangga tersebut.

Bencana yang bisa dikatakan merupakan bencana nasional, karena saat bencana kabut asap di provinsi Riau beberapa waktu yang lalu mampu melumpuhkan sektor transportasi udara, laut dan darat. Dan menjadi suatu hal yang urgensi mengingat Provinsi Riau bencana kabut asap ini telah terjadi dalam kurun 18 tahun terakhir. Jadi sangat diperlukan langkah strategis dan solusi yang benar-benar solutif oleh para pemangku kebijakan dalam menyikapi hal ini. Dengan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah seperti menangkap pelaku pembakaran lahan dan hutan, pembahasan lahan gambut, maupun kegiatan waterboombing. Banyak opini ataupun rasa ketidakpuasan yang beredar dikalangan publik, salahsatunya pada tatanan mahasiswa. Banyaknya demonstrasi yang dilakukan mahasiswa sebagai bentuk ketidakpuasan kepada pemerintah menurut saya seyogyanya bukanlah suatu langkah yang tepat dalam menyikapi hal ini. Perlu adanya upaya saling support dan aksi nyata, seperti upaya audiensi dan advokasi kepada pemangku kebijakan, dan ikut serta dalam upaya pemadamam titik api.

Berdasarkan keterangan Kasubag Penyelamatan dan Evakuasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau mengatakan sejauh ini BPBD bersama TNI dan Polri dan segenap jajaran telah berusaha maksimal dalam penatalaksanaan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, beliau menambahkan, “Kita bisa mematikan api, namun kita tidak bisa mematikan asap”. Logika nya, penulis berfikir seperti itu juga, dan muncul pertanyaan, bagaimana jika Provinsi Riau mendapat kiriman asap dari provinsi tetangga ?

Penulis berfikir, tidaklah mudah menyelesaikan permasalahan seperti Karhutla ini tanpa adanya kerjasama yang baik. Perlu adanya peran aktif Mahasiswa dan Masyarakat, bukannya saling menjatuhkan maupun menyalahkan instansi atau lembaga.

Kegiatan Mitigasi Bencana
Beberapa minggu yang lalu pemerintah Provinsi Riau dalam hal ini Dinas Kehutanan, TNI/Polri, BPBD Provinsi, BPBD Kab/Kota bersama masyarakat melakukan kegiatan mitigasi bencana. Mitigasi bencana merupakan upaya pencegahan yang dilakukan dengan tujuan agar kebakaran hutan tidak meluas dan mencegah terjadinya bencana kabut asap. Alhamdulillah penulis bersama beberapa rekan-rekan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru ikut langsung dalam upaya mitigasi bencana yaitu pembuatan Kanal blocking yang dilaksanakan di Kabupaten Kampar, Desa Rimbo Panjang 11-12 Maret 2016. Dalam proses pembuatannya, Kanal blocking ini terdiri dari tumpukan pasir dan tanah yang telah dikemas dalam karung, kemudian disusun seperti hurup “H” sehingga menjadi sebuah terasering pada aliran air gambut. Pembuatan kanal blocking ini bertujuan agar dapat menahan air gambut saat terjadinya musim kemarau, sehingga air gambut meresap ke dalam tanah gambut, dan diharapkan dapat mencegah adanya kebakaran didalam lahan gambut itu sendiri. Karena sifat gambut yang mudah terbakar baik diatas tanah maupun didalam tanah, sehingga diperlukan cadangan air yang cukup dan menyebabkan lahan gambut tetap basah.

Ada beberapa poin yang dapat penulis sampaikan, yaitu diperlukan rasa saling percaya dan senantiasa berfikir “Thinking Outside The Box”, kedua teruntuk para Mahasiswa, mari bersama Pemerintah, KITA dukung dalam aksi nyata, siap jadi relawan mengabdi untuk Negara.
HIDUP MAHASISWA !!!
HIDUP RAKYAT INDONESIA !!!

Nama : NOPIANTO
Semester : 8/Epidemiologi
Social Media :
  • Facebook : Nopian Kaiser
  • Twitter : @Nopian10
  • Instagram : @nopian_10
  • Line : Nopian10
Terimakasih kepada Pak Pian yang telah mengirimkan karya tulisnya ke Gema-IKM.co.nrKami tunggu karya tulis selanjutnya

Sunday, March 20, 2016

Membantu Sesama itu Indah

Atuk Sarudin saat berjualan koran di Kampus Hang Tuah Pekanbaru

Pasti banyak dari kita yang sudah tahu bahwa membantu sesama merupakan salah satu perbuatan baik yang sangat disukai oleh Allah. Namun cukup sedikit yang menyadari bahwa membantu sesama ternyata baik untuk diri kita sendiri dan akan membuat hidup kita lebih bahagia. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk membantu sesama, gak harus dengan cuma-cuma memberikan uang.

Terharu kalo ngeliat atuk ini masih gigih buat mencari nafkah. Namanya atuk Sarudin, atuk sehari-harinya jualan koran di Kampus Hang Tuah Pekanbaru, kadang beliau juga jualan di Pom bensin Arifin Achmad.

Beliau tinggal di Pekanbaru ini sebatang kara. Pernah nanya juga, atuk disini ada saudara atau keluarga lain ? Beliau jawab, ada keponakan, tapi gak tinggal serumah. Kenapa gak tinggal serumah aja tuk ? Atuk jawab, "atuk udah tua. Kalo udah tua ni payah ngurusnya."

Atuk dulunya udah pernah nikah, cuma udah lama pisah, kalo gak salah sekitar tahun 1973. Dari pernikahannya atuk dikaruniai satu anak, tapi udah meninggal. Atuk asli orang Bukittinggi. Sekarang dia tinggal di Jl. Cendrawasih dengan mengontrak rumah yang perbulannya 400.000, kalo buat makan beliau selalu beli, kadang ada juga tetangga yang ngasih makanan.
Beliau kalo pergi jualan selalu diantar ojek, bisa 20.000 sehari, kadang beliau juga jalan kaki kalo lagi jemput uang koran di sekitaran Parit indah.

Keadaan beliau sekarang sudah melemah sekali, sering capek dan demam juga. Jalannya juga udah tertatih banget. Gak tega aja liatnya, disaat sudah renta gini hidup sendirian, gak ada teman hidup buat berbagi keluh kesah. Sedih aja ngebayangin kalo beliau lagi sakit atau capek, gak ada yang ngurus, gak ada yang pijitin, gak ada yang nyiapin makan.

Sementara kita yang masih muda gini kalo capek pasti minta tolong diurutin.
Yaa Rabb, berilah beliau selalu kesehatan & ketabahan dalam menjalani hidup. Semoga kegigihan beliau berujung syurgaMu..

Pelajaran yang bisa kita ambil dari kehidupan beliau adalah "nggak ada alasan buat malas-malasan bagi kaula muda seperti kita. Gigihlah mencari rizqi yang halal, apapun itu pekerjaannya. Singkirkan gengsi demi mendapatkan pekerjaan yang mapan, tapi seumur hidup berkubang dalam rizqi yang haram. Syukuri setiap rizqi yang didapat, insyaAllah membawa keberkahan. Jangan takut miskin, karena kita adalah seorang hamba Yang Maha Kaya dan semoga kita bisa berbakti kpd kdua org tua kita sampai akhir hayat. .


Bagi yang ketemu beliau dimana pun, kalo bisa dibeli korannya yaa.. Karena beliau gak mau nerima uang belas kasihan dari orang lain dengan cuma-cuma..

Terimakasih kepada @chairijannah yang sudah mengirimkan karya tulisannya kepada Gema IKM. Sangat inspiratif. Semoga dapat menginspirasi orang lain juga, bahwa menulis itu mudah, dimulai dari pengalaman yang kita temukan dikeseharian. Kami tunggu karya tulis selanjutnya. Jadilah Citizen Journalism Mahasiswa!!!
  

Wednesday, March 9, 2016

Tips Mengatasi Dosen Pembimbing Skripsi Yang Super Sibuk..


Impian setiap mahasiswa adalah lulus tepat waktu dengan predikat nilai terbaik. Tetapi dalam prosesnya sering kali mahasiswa mengalami banyak hambatan. Khususnya dalam proses pengerjaan tugas akhir atau lebih dikenal dengan SKRIPSI. " Skripsi " Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( MKBB ), diartikan sebagai karangan ilmiah yang diwajibkan sebagai bagian persyaratan pendidikan akademis. Tapi buat sebagian Mahasiswa yang lain , Skripsi bisa menjadi momok yang terus menghantui dan menjadi mimpi buruk. Dan banyak juga yang berujar "lebih baik sakit gigi daripada bikin skripsi" hahahahaha.

Meyelesaikan skripsi merupakan aktifitas yang membutuhkan waktu tidak sedikit, tidak semudah membalikan telapak tangan. Oleh karena itu, skripsi bisa saja atau memiliki tendensi besar menyebabkan stress sebagian atau kebanyakan mahasiswa utamanya. Tidak tanggung-tanggung, sampai-sampai ada yang sampai extreme. Beberapa atau banyak mahasiswa yang sedang dalam proses tugas akhir adakalanya atau bahkan sering dijumpai mereka yang sering atau terbiasa terkena stress. Beberapa kasus yang terjadi sehingga berdampak kematian mahasiswa, sebagai contoh Seorang mahasiswa semester akhir Jurusan Teknik Kimia di Universitas X usia 24th, ditemukan tewas dalam posisi tergantung di pintu kamarnya di rumah indekos pada tahun 2014 yang lalu. Dia diduga nekat mengakhiri hidupnya karena stress. Kemudian juga kejadian pada 14 Januari 2012, seorang mahasiswa yang berkuliah di Singapura memutuskan untuk bunuh diri gara-gara stres ngerjain skripsi. Menurut penelitian dan sensus, kasus bunuh diri terbesar terjadi di Korea Selatan. Setiap tahunnya kasus bunuh diri meningkat 3,3%. Kasus-kasus yang biasa dihadapi nggak jauh beda sama yang di Indonesia: masalah keuangan, stres menghadapi hidup, patah hati dsb.

Itu hanyalah sebagian kecil dari kasus-kasus yang ditimbulkan selama remaja tersebut berstatus mahasiswa. Saya memahami betul persoalan yang dihadapi mahasiswa. Sebagai staf pengajar saya berupaya meminimalisir angka stress pada mahasiswa khususnya untuk mahasiswa semester akhir dalam proses menyelesaikan skripsinya. Sebenarnya banyak penyebab atau kendala dalam menyelesaikan skripsi, tetapi pada tulisan kali ini saya khusus ingin membahas tentang keluhan mahasiswa menghadapi dosen pembimbing yang super sibuk. Berikut beberapa tips yang bisa mahasiswa terapkan untuk mengatasinya:

1.     Perhatikan jadwal mengajar dan aktifitas dosen
Jika dosen pembimbing skripsi kamu jarang berada di kampus, sebaiknya catat jadwal dosen mengajar tersebut. Hal ini bisa mempermudah kamu bertemu dengannya setelah dosen mengajar untuk melakukan bimbingan skripsi. Selain jadwal mengajar perhatikan dan observasi juga aktifitas dosen selain mengajar. Bisa jadi beliau aktif  pada kegiatan diluar kampus seperti: pembicara diberbagai seminar, sering ada kunjungan kerja keluar kota dsb. Pahami dan analisa kembali waktu beliau sehingga kamu tahu kapan waktu yang tepat menemuinya.

2.     Kenali karakter dosen
Sebelum kamu bertemu dengan dosen, pelajari karakter, watak serta kebiasaan sang dosen. Bertanyalah dengan kakak kelas atau teman kamu yang sering berinteraksi dengan beliau. Karena setiap dosen memiliki kebiasaan yang berbeda, ditambah lagi aktifitas beliau yang sibuk tidak jarang mood dosen bisa berubah sewaktu-waktu

3.     Buat appointment sebelum bertemu
Sebaiknya kamu harus membuat appointment atau janji, waktu dan tempat berdiskusi tentang skripsi kamu. Bila tidak bisa berkomunikasi langsung, usahakan bisa membuat janji dengan sekretaris beliau atau orang terdekat, sehingga ketika kamu datang menemuinya, beliau merasa tidak mengganggu waktunya. Bila telephone atau sms kamu tidak direspon, sebaiknya bersabar dan ulangi menghubungi kembali dilain waktu

4.     Siapkan materi, bahan pertanyaan, buku catatan atau alat rekam
Karena dosen pembimbing skripsi yang memiliki jadwal padat dan sulit untuk ditemui, maka saat  mendapatkan kesempatan untuk melakukan bimbingan skripsi, harus memastikan bahwa kamu telah menyiapkan bahan bimbingan dan pertanyaan-pertanyaan jika memang ada yang belum anda pahami. Hal ini berguna untuk menambah kemajuan pada bahan skripsi yang sedang anda tulis. Upayakan kamu menguasai dasar dari isi skripsi mu seperti dasar metodologi penelitian, terkadang dosen yang sibuk tidak tertarik mengajarkan detail apalagi materi dasar. Perbanyak mambaca buku referensi serta kembangkan wawasan kamu tentang penelitian sejenis. Sehingga bertemu 20-30 menit akan menjadi quality time dan cukup membahas point penting dari isi skripsi kamu. Buku catatan atau alat rekam berguna untuk membantu kamu mencatat point penting sehingga dosen tidak perlu mengulang-ulang kembali arahan, saran dan masukannya. Bila perlu berkonsultasilah dulu dengan dosen lain yang lebih junior untuk sekedar mengarahkan isi skripsi kamu, sehingga ketika kamu bertemu dengan pembimbing tidak terlalu banyak koreksi

5.     Pergunakan teknologi
Dengan aktifitas dosen yang super sibuk sebaiknya kamu memanfaatkan teknologi yang ada seperti berkonsultasi via email, chatting via media sosial atau sejenisnya. Dan pastikan komunikasi menggunakan teknologi tersebut atas izin beliau. Sehingga bila dosen pembimbing kamu sedang tidak berada ditempat atau keluar kota masih bisa membaca, memberikan arahan, ide, saran dan masukkan.

6.     Datang ke rumah
Memang tidak semua dosen memperbolehkan kamu untuk datang kerumahnya. Tetapi setidaknya bila ada peluang itu silahkan datang ke rumah beliau. Selain itu, cari waktu yang tepat saat berkunjung sehingga tidak mengganggu keluarganya. Tidak perlu membawa buah tangan atau apapun, karena bisa jadi beliau akan tersinggung. Anggap saja ini adalah konsultasi formal yang tidak memerlukan hal-hal tersebut. Satu hal lagi, upayakan waktu berdiskusi hanya maksimal 30 menit sampai 1 jam saja. So.. efektifkan waktu kamu ya..

7.     Tetap sopan dan jangan sakit hati
Dosen yang super sibuk biasanya enggak punya banyak waktu untuk melayani mahasiswa bimbingannya. Akibatnya, jika kamu melakukan kesalahan, dosen tersebut akan memberikan kritik dan banyak coretan ditulisan mu. Dalam menghadapinya, kamu enggak boleh sakit hati. Anggap itu sebagai arahan agar kamu bisa segera menuntaskan skripsi dengan baik dan benar. Kamu harus bisa menjaga kesopanan dengan dosen pembimbing. Sebab, dia mempunyai andil kelulusanmu. Jaga hubungan baik dengannya. Jangan lupa ucapkan terima kasih setiap selesai bimbingan.


Semoga tips diatas dapat membantu mengurangi “stress” kamu dalam menyelesaikan skripsi. Banyak-banyaklah berdoa dan beribadah kepada Tuhan. Sebab Tuhan Maha Memiliki Ilmu dan memohonlah agar diberi kemudahan dalam menerima ilmu dari-Nya. Selalu berpikir dan berperasaan positif. Jika kamu percaya kamu bisa, maka kamu PASTI bisa! Percayalah pada dirimu karena kamu adalah pribadi pilihan calon pemimpin bangsa. Jika saya bisa, mengapa kamu tidak? Semangat dan semoga sukses! Sampai bertemu di “WISUDA” nanti… 

Nama : HETTY ISMAINAR
TTL  : Pekanbaru, 17 Oktober 1979
Pendidikan : Magister Manajemen Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Pekerjaan  : Karyawan | Prodi IKM STIKes Hang Tuah Pekanbaru
Motto Hidup : Preparation well make is The Best Result
Social Media :
  • Facebook : Hetty Ismainar
  • Pin BB: 5CB82CC0
Terimakasih kepada Ibunda Hetty yang telah mengirimkan karya tulis ke 3 nya ke Gema-IKM.co.nrKami tunggu karya tulis dosen yang lainnya.

iklan

 

Copyright © Gema IKM. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com