Impian setiap mahasiswa adalah lulus
tepat waktu dengan predikat nilai terbaik. Tetapi dalam prosesnya sering kali
mahasiswa mengalami banyak hambatan. Khususnya dalam proses pengerjaan tugas
akhir atau lebih dikenal dengan SKRIPSI. " Skripsi " Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia ( MKBB ), diartikan sebagai karangan ilmiah yang
diwajibkan sebagai bagian persyaratan pendidikan akademis. Tapi buat sebagian
Mahasiswa yang lain , Skripsi bisa menjadi momok yang terus menghantui
dan menjadi mimpi buruk. Dan banyak juga yang berujar "lebih baik sakit
gigi daripada bikin skripsi" hahahahaha.
Meyelesaikan skripsi merupakan
aktifitas yang membutuhkan waktu tidak sedikit, tidak semudah membalikan
telapak tangan. Oleh karena itu, skripsi bisa saja atau memiliki tendensi besar
menyebabkan stress sebagian atau kebanyakan mahasiswa utamanya. Tidak
tanggung-tanggung, sampai-sampai ada yang sampai extreme. Beberapa atau banyak
mahasiswa yang sedang dalam proses tugas akhir adakalanya atau bahkan sering
dijumpai mereka yang sering atau terbiasa terkena stress. Beberapa kasus yang
terjadi sehingga berdampak kematian mahasiswa, sebagai contoh Seorang mahasiswa
semester akhir Jurusan Teknik Kimia di Universitas X usia 24th, ditemukan tewas
dalam posisi tergantung di pintu kamarnya di rumah indekos pada tahun 2014 yang
lalu. Dia diduga nekat mengakhiri hidupnya karena stress. Kemudian juga
kejadian pada 14 Januari 2012, seorang mahasiswa yang berkuliah di Singapura
memutuskan untuk bunuh diri gara-gara stres ngerjain skripsi. Menurut
penelitian dan sensus, kasus bunuh diri terbesar terjadi di Korea Selatan.
Setiap tahunnya kasus bunuh diri meningkat 3,3%. Kasus-kasus yang biasa
dihadapi nggak jauh beda sama yang di Indonesia: masalah keuangan, stres
menghadapi hidup, patah hati dsb.
Itu hanyalah sebagian kecil dari
kasus-kasus yang ditimbulkan selama remaja tersebut berstatus mahasiswa. Saya
memahami betul persoalan yang dihadapi mahasiswa. Sebagai staf pengajar saya
berupaya meminimalisir angka stress pada mahasiswa khususnya untuk mahasiswa
semester akhir dalam proses menyelesaikan skripsinya. Sebenarnya banyak
penyebab atau kendala dalam menyelesaikan skripsi, tetapi pada tulisan kali ini
saya khusus ingin membahas tentang keluhan mahasiswa menghadapi dosen
pembimbing yang super sibuk. Berikut beberapa tips yang bisa mahasiswa terapkan
untuk mengatasinya:
1. Perhatikan jadwal mengajar dan
aktifitas dosen
Jika dosen
pembimbing skripsi kamu jarang berada di kampus, sebaiknya catat jadwal dosen
mengajar tersebut. Hal ini bisa mempermudah kamu bertemu dengannya setelah
dosen mengajar untuk melakukan bimbingan skripsi. Selain jadwal mengajar
perhatikan dan observasi juga aktifitas dosen selain mengajar. Bisa jadi beliau
aktif pada kegiatan diluar kampus
seperti: pembicara diberbagai seminar, sering ada kunjungan kerja keluar kota
dsb. Pahami dan analisa kembali waktu beliau sehingga kamu tahu kapan waktu
yang tepat menemuinya.
2.
Kenali karakter
dosen
Sebelum kamu
bertemu dengan dosen, pelajari karakter, watak serta kebiasaan sang dosen.
Bertanyalah dengan kakak kelas atau teman kamu yang sering berinteraksi dengan
beliau. Karena setiap dosen memiliki kebiasaan yang berbeda, ditambah lagi
aktifitas beliau yang sibuk tidak jarang mood
dosen bisa berubah sewaktu-waktu
3.
Buat appointment sebelum bertemu
Sebaiknya kamu harus membuat appointment atau janji, waktu dan tempat
berdiskusi tentang skripsi kamu. Bila tidak bisa berkomunikasi langsung,
usahakan bisa membuat janji dengan sekretaris beliau atau orang terdekat,
sehingga ketika kamu datang menemuinya, beliau merasa tidak mengganggu
waktunya. Bila telephone atau sms
kamu tidak direspon, sebaiknya bersabar dan ulangi menghubungi kembali dilain
waktu
4.
Siapkan materi,
bahan pertanyaan, buku catatan atau alat rekam
Karena dosen
pembimbing skripsi yang memiliki jadwal padat dan sulit untuk ditemui, maka
saat mendapatkan kesempatan untuk
melakukan bimbingan skripsi, harus memastikan bahwa kamu telah menyiapkan bahan
bimbingan dan pertanyaan-pertanyaan jika memang ada yang belum anda pahami. Hal
ini berguna untuk menambah kemajuan pada bahan skripsi yang sedang anda tulis.
Upayakan kamu menguasai dasar dari isi skripsi mu seperti dasar metodologi
penelitian, terkadang dosen yang sibuk tidak tertarik mengajarkan detail
apalagi materi dasar. Perbanyak mambaca buku referensi serta kembangkan wawasan
kamu tentang penelitian sejenis. Sehingga bertemu 20-30 menit akan menjadi quality time dan cukup membahas point
penting dari isi skripsi kamu. Buku catatan atau alat rekam berguna untuk
membantu kamu mencatat point penting sehingga dosen tidak perlu mengulang-ulang
kembali arahan, saran dan masukannya. Bila perlu berkonsultasilah dulu dengan
dosen lain yang lebih junior untuk sekedar mengarahkan isi skripsi kamu,
sehingga ketika kamu bertemu dengan pembimbing tidak terlalu banyak koreksi
5.
Pergunakan
teknologi
Dengan
aktifitas dosen yang super sibuk sebaiknya kamu memanfaatkan teknologi yang ada
seperti berkonsultasi via email, chatting
via media sosial atau sejenisnya. Dan pastikan komunikasi menggunakan teknologi
tersebut atas izin beliau. Sehingga bila dosen pembimbing kamu sedang tidak
berada ditempat atau keluar kota masih bisa membaca, memberikan arahan, ide,
saran dan masukkan.
6.
Datang ke rumah
Memang tidak
semua dosen memperbolehkan kamu untuk datang kerumahnya. Tetapi setidaknya bila
ada peluang itu silahkan datang ke rumah beliau. Selain itu, cari waktu yang
tepat saat berkunjung sehingga tidak mengganggu keluarganya. Tidak perlu
membawa buah tangan atau apapun, karena bisa jadi beliau akan tersinggung.
Anggap saja ini adalah konsultasi formal yang tidak memerlukan hal-hal
tersebut. Satu hal lagi, upayakan waktu berdiskusi hanya maksimal 30 menit
sampai 1 jam saja. So.. efektifkan waktu kamu ya..
7.
Tetap sopan dan
jangan sakit hati
Dosen yang
super sibuk biasanya enggak punya
banyak waktu untuk melayani mahasiswa bimbingannya. Akibatnya, jika kamu
melakukan kesalahan, dosen tersebut akan memberikan kritik dan banyak coretan
ditulisan mu. Dalam menghadapinya, kamu enggak boleh
sakit hati. Anggap itu sebagai arahan agar kamu bisa segera menuntaskan skripsi
dengan baik dan benar. Kamu harus bisa menjaga kesopanan dengan dosen
pembimbing. Sebab, dia mempunyai andil kelulusanmu. Jaga hubungan baik
dengannya. Jangan lupa ucapkan terima kasih setiap selesai bimbingan.
Semoga tips
diatas dapat membantu mengurangi “stress” kamu dalam menyelesaikan skripsi. Banyak-banyaklah berdoa dan beribadah kepada Tuhan. Sebab
Tuhan Maha Memiliki Ilmu dan memohonlah agar diberi kemudahan dalam menerima
ilmu dari-Nya. Selalu berpikir dan berperasaan positif. Jika kamu percaya kamu
bisa, maka kamu PASTI bisa! Percayalah pada dirimu karena kamu adalah pribadi
pilihan calon pemimpin bangsa. Jika saya bisa, mengapa kamu tidak? Semangat dan
semoga sukses! Sampai bertemu di “WISUDA” nanti…
|
TTL : Pekanbaru, 17 Oktober 1979
Pendidikan : Magister Manajemen Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Pekerjaan : Karyawan | Prodi IKM STIKes Hang Tuah Pekanbaru Motto Hidup : Preparation well make is The Best Result Social Media :
|



0 comments:
Post a Comment