Wednesday, March 9, 2016

Tips Mengatasi Dosen Pembimbing Skripsi Yang Super Sibuk..


Impian setiap mahasiswa adalah lulus tepat waktu dengan predikat nilai terbaik. Tetapi dalam prosesnya sering kali mahasiswa mengalami banyak hambatan. Khususnya dalam proses pengerjaan tugas akhir atau lebih dikenal dengan SKRIPSI. " Skripsi " Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ( MKBB ), diartikan sebagai karangan ilmiah yang diwajibkan sebagai bagian persyaratan pendidikan akademis. Tapi buat sebagian Mahasiswa yang lain , Skripsi bisa menjadi momok yang terus menghantui dan menjadi mimpi buruk. Dan banyak juga yang berujar "lebih baik sakit gigi daripada bikin skripsi" hahahahaha.

Meyelesaikan skripsi merupakan aktifitas yang membutuhkan waktu tidak sedikit, tidak semudah membalikan telapak tangan. Oleh karena itu, skripsi bisa saja atau memiliki tendensi besar menyebabkan stress sebagian atau kebanyakan mahasiswa utamanya. Tidak tanggung-tanggung, sampai-sampai ada yang sampai extreme. Beberapa atau banyak mahasiswa yang sedang dalam proses tugas akhir adakalanya atau bahkan sering dijumpai mereka yang sering atau terbiasa terkena stress. Beberapa kasus yang terjadi sehingga berdampak kematian mahasiswa, sebagai contoh Seorang mahasiswa semester akhir Jurusan Teknik Kimia di Universitas X usia 24th, ditemukan tewas dalam posisi tergantung di pintu kamarnya di rumah indekos pada tahun 2014 yang lalu. Dia diduga nekat mengakhiri hidupnya karena stress. Kemudian juga kejadian pada 14 Januari 2012, seorang mahasiswa yang berkuliah di Singapura memutuskan untuk bunuh diri gara-gara stres ngerjain skripsi. Menurut penelitian dan sensus, kasus bunuh diri terbesar terjadi di Korea Selatan. Setiap tahunnya kasus bunuh diri meningkat 3,3%. Kasus-kasus yang biasa dihadapi nggak jauh beda sama yang di Indonesia: masalah keuangan, stres menghadapi hidup, patah hati dsb.

Itu hanyalah sebagian kecil dari kasus-kasus yang ditimbulkan selama remaja tersebut berstatus mahasiswa. Saya memahami betul persoalan yang dihadapi mahasiswa. Sebagai staf pengajar saya berupaya meminimalisir angka stress pada mahasiswa khususnya untuk mahasiswa semester akhir dalam proses menyelesaikan skripsinya. Sebenarnya banyak penyebab atau kendala dalam menyelesaikan skripsi, tetapi pada tulisan kali ini saya khusus ingin membahas tentang keluhan mahasiswa menghadapi dosen pembimbing yang super sibuk. Berikut beberapa tips yang bisa mahasiswa terapkan untuk mengatasinya:

1.     Perhatikan jadwal mengajar dan aktifitas dosen
Jika dosen pembimbing skripsi kamu jarang berada di kampus, sebaiknya catat jadwal dosen mengajar tersebut. Hal ini bisa mempermudah kamu bertemu dengannya setelah dosen mengajar untuk melakukan bimbingan skripsi. Selain jadwal mengajar perhatikan dan observasi juga aktifitas dosen selain mengajar. Bisa jadi beliau aktif  pada kegiatan diluar kampus seperti: pembicara diberbagai seminar, sering ada kunjungan kerja keluar kota dsb. Pahami dan analisa kembali waktu beliau sehingga kamu tahu kapan waktu yang tepat menemuinya.

2.     Kenali karakter dosen
Sebelum kamu bertemu dengan dosen, pelajari karakter, watak serta kebiasaan sang dosen. Bertanyalah dengan kakak kelas atau teman kamu yang sering berinteraksi dengan beliau. Karena setiap dosen memiliki kebiasaan yang berbeda, ditambah lagi aktifitas beliau yang sibuk tidak jarang mood dosen bisa berubah sewaktu-waktu

3.     Buat appointment sebelum bertemu
Sebaiknya kamu harus membuat appointment atau janji, waktu dan tempat berdiskusi tentang skripsi kamu. Bila tidak bisa berkomunikasi langsung, usahakan bisa membuat janji dengan sekretaris beliau atau orang terdekat, sehingga ketika kamu datang menemuinya, beliau merasa tidak mengganggu waktunya. Bila telephone atau sms kamu tidak direspon, sebaiknya bersabar dan ulangi menghubungi kembali dilain waktu

4.     Siapkan materi, bahan pertanyaan, buku catatan atau alat rekam
Karena dosen pembimbing skripsi yang memiliki jadwal padat dan sulit untuk ditemui, maka saat  mendapatkan kesempatan untuk melakukan bimbingan skripsi, harus memastikan bahwa kamu telah menyiapkan bahan bimbingan dan pertanyaan-pertanyaan jika memang ada yang belum anda pahami. Hal ini berguna untuk menambah kemajuan pada bahan skripsi yang sedang anda tulis. Upayakan kamu menguasai dasar dari isi skripsi mu seperti dasar metodologi penelitian, terkadang dosen yang sibuk tidak tertarik mengajarkan detail apalagi materi dasar. Perbanyak mambaca buku referensi serta kembangkan wawasan kamu tentang penelitian sejenis. Sehingga bertemu 20-30 menit akan menjadi quality time dan cukup membahas point penting dari isi skripsi kamu. Buku catatan atau alat rekam berguna untuk membantu kamu mencatat point penting sehingga dosen tidak perlu mengulang-ulang kembali arahan, saran dan masukannya. Bila perlu berkonsultasilah dulu dengan dosen lain yang lebih junior untuk sekedar mengarahkan isi skripsi kamu, sehingga ketika kamu bertemu dengan pembimbing tidak terlalu banyak koreksi

5.     Pergunakan teknologi
Dengan aktifitas dosen yang super sibuk sebaiknya kamu memanfaatkan teknologi yang ada seperti berkonsultasi via email, chatting via media sosial atau sejenisnya. Dan pastikan komunikasi menggunakan teknologi tersebut atas izin beliau. Sehingga bila dosen pembimbing kamu sedang tidak berada ditempat atau keluar kota masih bisa membaca, memberikan arahan, ide, saran dan masukkan.

6.     Datang ke rumah
Memang tidak semua dosen memperbolehkan kamu untuk datang kerumahnya. Tetapi setidaknya bila ada peluang itu silahkan datang ke rumah beliau. Selain itu, cari waktu yang tepat saat berkunjung sehingga tidak mengganggu keluarganya. Tidak perlu membawa buah tangan atau apapun, karena bisa jadi beliau akan tersinggung. Anggap saja ini adalah konsultasi formal yang tidak memerlukan hal-hal tersebut. Satu hal lagi, upayakan waktu berdiskusi hanya maksimal 30 menit sampai 1 jam saja. So.. efektifkan waktu kamu ya..

7.     Tetap sopan dan jangan sakit hati
Dosen yang super sibuk biasanya enggak punya banyak waktu untuk melayani mahasiswa bimbingannya. Akibatnya, jika kamu melakukan kesalahan, dosen tersebut akan memberikan kritik dan banyak coretan ditulisan mu. Dalam menghadapinya, kamu enggak boleh sakit hati. Anggap itu sebagai arahan agar kamu bisa segera menuntaskan skripsi dengan baik dan benar. Kamu harus bisa menjaga kesopanan dengan dosen pembimbing. Sebab, dia mempunyai andil kelulusanmu. Jaga hubungan baik dengannya. Jangan lupa ucapkan terima kasih setiap selesai bimbingan.


Semoga tips diatas dapat membantu mengurangi “stress” kamu dalam menyelesaikan skripsi. Banyak-banyaklah berdoa dan beribadah kepada Tuhan. Sebab Tuhan Maha Memiliki Ilmu dan memohonlah agar diberi kemudahan dalam menerima ilmu dari-Nya. Selalu berpikir dan berperasaan positif. Jika kamu percaya kamu bisa, maka kamu PASTI bisa! Percayalah pada dirimu karena kamu adalah pribadi pilihan calon pemimpin bangsa. Jika saya bisa, mengapa kamu tidak? Semangat dan semoga sukses! Sampai bertemu di “WISUDA” nanti… 

Nama : HETTY ISMAINAR
TTL  : Pekanbaru, 17 Oktober 1979
Pendidikan : Magister Manajemen Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Pekerjaan  : Karyawan | Prodi IKM STIKes Hang Tuah Pekanbaru
Motto Hidup : Preparation well make is The Best Result
Social Media :
  • Facebook : Hetty Ismainar
  • Pin BB: 5CB82CC0
Terimakasih kepada Ibunda Hetty yang telah mengirimkan karya tulis ke 3 nya ke Gema-IKM.co.nrKami tunggu karya tulis dosen yang lainnya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 comments:

Post a Comment


iklan

 

Copyright © Gema IKM. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com