Sunday, February 14, 2016

You are a MUSLIM ? NO VALENTINE DAY !


Asslamualaikum wr.wb..

Hai semua, gimana hasil uas nya untuk  para mahasiwa/i ? udah pada ngelihat nilai nya belum ? semoga hasilnya memuaskan yaaa..

Nah kali ini, kita akan membahas tentang hari VALENTINE. Pada tau kan Valentine itu apa ??

Valentine itu merupakan hari kasih sayang, Valentine memang berasal dari tradisi orang Kristen Barat, namun sekarang momentum seperti ini dirayakan di hampir semua negara, dan tak terkecuali di negeri-negeri Islam besar seperti Indonesia. Sayangnya, tidak semua anak-anak remaja memahami dengan baik esensi dari hari Valentine . Mereka menganggap perayaan ini sama saja dengan perayaan-perayaan lain seperti Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan sebagainya. Padahal kenyataannya sama sekali berbeda. Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan semacamnya sedikit pun tidak mengandung muatan religius. Bahkan bagi orang Islam yang ikut-ikutan merayakan hari Valentine, hukumnya bisa musyrik. Naudzubillahi min Dzalik.

Menurut pandangan islam sebagai kita yang seorang muslim, tanyakanlah kepada diri kita sendiri, apakah kita patut untuk mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?

Sejarah hari Valentine sungguh merupakan hal yang ironis (menyedihkan/tidak sepatutnya terjadi) apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri 'terjun' dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang karena kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo. Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St.

Valentine sebagai 'upacara keagamaan'. Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari. Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis'  kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari. Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang berarti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya (jauh dari arti yang sebenarnya).

Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado (bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya, tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu. Pada era modern inilah, budaya dan legenda hari Valentine Day ini semakin menyebar seiring dengan berbagai penjajahan yang dilakukan oleh Inggris dan Amerika ke seluruh penjuru bumi. Ditambah dengan promosi besar-besaran di berbagai media seperti televisi, majalah, koran, internet dan buku-buku, membuat budaya Valentine Day yang notebonenya berasal dari legenda ini menjadi mendunia, yang begitu dipuja dan dinanti para kawula mudaDari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment (hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak 'akidah' muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat  dengan kedok percintaan (bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.

Oleh karena itu, Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng (mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.

Hadis Rasulullah SAW : “Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu“.

Dan begitu pula dengan Firman Allah SWT dalam Surah Al Imran ayat 85 : “Barang siapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi”.

Nah udah pada tau kan bagaimana kisah hari Valentine ? Dan bagi umat muslim, Islam sangat melarang untuk merayakan perayaan hari Valentine.
Masih mau juga jadi orang yang merugi ?? (Dina)


referensi : http://bocabocil.blogspot.co.id/2013/02/sejarah-valentine-dan-pandangannya.html
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 comments:

Post a Comment


iklan

 

Copyright © Gema IKM. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com