Asslamualaikum
wr.wb..
Hai semua,
gimana hasil uas nya untuk para
mahasiwa/i ? udah pada ngelihat nilai nya belum ? semoga hasilnya memuaskan
yaaa..
Nah kali ini,
kita akan membahas tentang hari VALENTINE. Pada tau kan Valentine itu apa ??
Valentine itu
merupakan hari kasih sayang, Valentine memang berasal dari tradisi orang
Kristen Barat, namun sekarang momentum seperti ini dirayakan di hampir semua
negara, dan tak terkecuali di negeri-negeri Islam besar seperti Indonesia.
Sayangnya, tidak semua anak-anak remaja memahami dengan baik esensi dari hari
Valentine . Mereka menganggap perayaan ini sama saja dengan perayaan-perayaan
lain seperti Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan sebagainya. Padahal kenyataannya sama
sekali berbeda. Hari Ibu, Hari Pahlawan, dan semacamnya sedikit pun tidak
mengandung muatan religius. Bahkan bagi orang Islam yang ikut-ikutan merayakan
hari Valentine, hukumnya bisa musyrik. Naudzubillahi min Dzalik.
Menurut
pandangan islam sebagai kita yang seorang muslim, tanyakanlah kepada diri kita
sendiri, apakah kita patut untuk mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas
bukan bersumber dari Islam ?
Sejarah hari Valentine sungguh merupakan hal yang ironis
(menyedihkan/tidak sepatutnya terjadi) apabila telinga kita mendengar bahkan
kita sendiri 'terjun' dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui
sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr
(dalam Islam disebut 'Syuhada') yang karena kesalahan dan bersifat 'dermawan'
maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.
Pada tanggal 14 Februari 270 M, St.
Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa
Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan
dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan
kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati
kematian St.
Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.
Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara
keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan
bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih
sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15
Februari. Setelah
orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis'
kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara
kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan
kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung
jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari. Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata
“Galentine” yang berarti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine
dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam
mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman,
seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh
pengertiannya (jauh dari arti yang sebenarnya).
Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul
hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat
(melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado (bertukar-tukar memberi
hadiah) dan sebagainya, tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih
dari 1700 tahun yang lalu. Pada era
modern inilah, budaya dan legenda hari Valentine Day ini semakin menyebar
seiring dengan berbagai penjajahan yang dilakukan oleh Inggris dan Amerika ke
seluruh penjuru bumi. Ditambah dengan promosi besar-besaran di berbagai media
seperti televisi, majalah, koran, internet dan buku-buku, membuat budaya
Valentine Day yang notebonenya berasal dari legenda ini menjadi mendunia, yang
begitu dipuja dan dinanti para kawula mudaDari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment (hal/saat/waktu) ini
hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha
merosak 'akidah' muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup
barat dengan kedok percintaan (bertopengkan percintaan), perjodohan dan
kasih sayang.
Oleh karena itu, Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng (mendorong/mengikut)
kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.
Hadis Rasulullah SAW : “Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu
kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu“.
Dan begitu pula dengan Firman Allah SWT dalam Surah Al Imran ayat 85 : “Barang siapa yang mencari agama selain agama Islam,
maka sekali-kali tidaklah diterima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat
termasuk orang-orang yang merugi”.
Nah udah pada
tau kan bagaimana kisah hari Valentine ? Dan bagi umat muslim, Islam sangat
melarang untuk merayakan perayaan hari Valentine.
Masih mau juga jadi orang yang merugi ?? (Dina)
referensi :
http://bocabocil.blogspot.co.id/2013/02/sejarah-valentine-dan-pandangannya.html


0 comments:
Post a Comment