Sebagaimana yang kita
ketahui, pada Hari Kesehatan Se-Dunia kemaren WHO mengusung tema “Beat
Deabetes”, sebagai aksi global untuk mencegah pertumbuhan dan peningkatan
kepedulian terhadap orang dengan diabetes.
Tetapi, kenapa Organisasi Kesehatan
Dunia (WHO) fokus terhadap penyakit diabetes? seperti dikutip Jamaica Gleaner,
WHO memberikan beberapa alasan, yaitu:
- Epidemi diabetes meningkat dengan pesat di banyak negara. Peningkatan paling dramatis terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
- Sebagian besar kasus diabetes dapat dicegah, menerapkan gaya hidup sehat telah terbukti efektif dalam mencegah atau menunda terkena diabetes tipe 2. Menjaga berat badan normal, rutin aktivitas fisik dan makan makanan sehat dapat mengurangi risiko diabetes.
- Diabetes dapat diobati, serta dikendalikan untuk mencegah komplikasi. Meningkatkan akses ke diagnosis, pendidikan pengelolaan diri dan pengobatan yang terjangkau merupakan komponen penting dari respon.
- Upaya mencegah dan mengobati diabetes akan menjadi penting untuk mencapai global Sustainable Development Goal 3 target mengurangi angka kematian dini dari penyakit menular dengan sepertiganya pada tahun 2030. Dalam hal ini pemerintah, pengusaha, pendidik, produsen, dan sektor swasta harus berperan penting.
Berdasarkan data dari WHO,
Pada 1980-an sudah ada 108 juta pengidap diabetes. Lalu, di 2015 jumlahnya
meningkat empat kali lipat menjadi 415 juta orang. Penyakit mematikan ini telah
tiba pada titik epidemi dan jumlahnya terus meningkat dalam beberapa tahun
mendatang.
Dilansir dari situs resmi
Kementerian Kesehatan (Depkes.go.id), berdasar Data Sample Registration Survey
tahun 2014 menunjukkan bahwa diabetes merupakan penyebab kematian terbesar
nomor 3 di Indonesia dengan persentase sebesar 6,7%, setelah stroke (21,1%) dan
penyakit jantung koroner (12,9%). Bila tak ditanggulangi, kondisi ini dapat
menyebabkan penurunan produktivitas, disabilitias, dan kematian dini.
Data International Diabetes
Federation tahun 2015 menyatakan jumlah estimasi penyandang diabetes di
Indonesia diperkirakan sebesar 10 juta. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas)
menunjukkan bahwa terjadi peningkatan prevalensi Diabetes di Indonesia dari
5,7% tahun 2007 menjadi 6,9% atau sekitar sekitar 9,1 juta pada tahun 2013.
Berdasarkan data World
Economic Forum April 2015, potensi kerugian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM)
di Indonesia pada periode 2012-2030 mencapai US$ 4,47 triliun atau 5,1 kali PDB
2012. Besarnya pembiayaan kesehatan akibat Diabetes tampak dari klaim BPJS
sampai tahun 2015.
Sangat mengerikan ya jika
penyakit diabetes ini tidak ditanggulangi, padahal diabetes merupakan penyakit
tidak menular yang bisa dicegah. Dikutip dari data yang dirilis Kementerian
Kesehatan RI, 2/3 diabetesi (sebutan untuk penderita diabates) di Indonesia
tidak mengetahui dirinya memiliki diabetes. Selain tidak mengetahui menderita
diabetes, jumlah tersebut juga diperparah dengan berpotensi untuk mengakses
layanan kesehatan dalam kondisi terlambat atau sudah komplikasi.
Oleh karena itu amat penting
untuk melakukan aksi mencegah, mengobati dan melawan diabetes bersama-sama.
Dengan melakukan pencegahan, bisa menurunkan jumlah pengidap diabetes. Lalu,
jika terdeteksi secara dini bisa mengurangi risiko komplikasi dan beban biaya.
Menteri Kesehatan Nila Farid
Moeloek beberapa waktu yang lalu menghimbau masyarakat untuk melakukan aksi
CERDIK dalam rangka mengendalikan penyakit diabetes.
Aksi CERDIK itu adalah:
- Cek kesehatan secara teratur untuk megendalikan berat badan agar tetap ideal dan tidak berisiko mudah sakit, periksa tensi darah, gula darah, dan kolesterol secara teratur.
- Enyahkan asap rokok dan jangan merokok.
- Rajin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, seperti berolah raga, berjalan kaki, membersihkan rumah. Upayakan dilakukan dengan baik, benar, teratur dan terukur.
- Diet yang seimbang dengan mengkonsumsi makanan sehat dan gizi seimbang, konsumsi buah sayur minimal 5 porsi per hari, sedapat mungkin menekan konsumsi gula hingga maksimal 4 sendok makan atau 50 gram per hari, hindari makanan/minuman yang manis atau yang berkarbonasi
- Istirahat yang cukup.
- Kelola stress dengan baik dan benar.
Bagi penderita diabetes, Sunita
Pathania dari Healthy Living Diet Clinic memberikan beberapa langkah berikut
untuk bertahan melawan diabetes, seperti dilansir oleh Times of India.
1. Pengobatan rutin
Obat dan injeksi sangat
penting untuk mengontrol diabetes. Apapun jenis obat yang diberikan oleh
dokter, pastikan Anda mengetahui secara detail mengenai dosis dan kegunaannya.
Diskusikan semua obat yang Anda konsumsi pada dokter atau ahlinya untuk
mencegah komplikasi.
2. Memilih makanan
Memilih makanan adalah hal
yang tak bisa diremehkan oleh penderita diabetes. Ikuti diet untuk menjaga
berat badan dan mengontrol tingkat gula dalam darah. Diskusikan dengan ahli
diet dan sesuaikan diet dengan obat-obatan dan gaya hidup yang Anda jalani.
Jangan lewatkan makanan dan makan tiga makanan porsi kecil setiap hari untuk
menjaga tingkat gula darah.
3. Cek diri sendiri
Mengecek tingkat gula darah
adalah hal penting yang harus dilakukan. Tingkat gula darah akan memberikan
informasi pada dokter atau ahli untuk merencanakan diet, aktivitas fisik, dan
pengobatan Anda. Jika tingkat gula darah Anda di bawah 70 atau di atas 240 dua
kali seminggu, maka Anda wajib menelepon dokter.
4. Gula darah tinggi dan
rendah
Tingkat gula darah tak
stabil bisa menyebabkan komplikasi serius. Jika gula darah Anda sangat rendah,
segera konsumsi segelas susu skim atau konsumsi 3 - 4 tablet glukosa. Setelah
itu tunggu 15 menit dan kembali cek gula darah Anda. Jika masih terlalu rendah,
tambahkan karbohidrat. Sebaliknya, jika gula darah anda terlalu tinggi, Anda
harus mengetes tingkat gula darah empat jam sekali. Minum delapan gelas air
putih setiap hari untuk mencegah dehidrasi dan mengonsumsi 40 - 50 gram
karbohidrat setiap empat jam sekali.
5. Hindari cedera
Jika Anda adalah penderita
diabetes, maka sedikit luka saja bisa mengakibatkan infeksi berbahaya yang
membuat bagian tubuh Anda diamputasi. Untuk itu, cek kesehatan organ tubuh anda
setiap hari, seperit kaki, tangan, dan mata. Hindari hal-hal yang bisa membuat
Anda terluka.
Seperti diketahui, diabetes
adalah suatu kondisi di mana kadar gula (glukosa) dalam darah tinggi. Ada dua
tipe dalam diabetes, yakni, Diabetes tipe 1 yang biasanya diderita sejak
kanak-kanak, tidak diketahui penyebab tepatnya, dan tidak dapat dicegah. Tubuh
benar-benar berhenti memproduksi insulin, karenanya penderita Diabetes tipe 1
sangat bergantung pada terapi insulin untuk kelangsungan hidup dan pemeliharaan
kesehatannya. Adapun, diabetes tipe 2 merupakan bentuk umum dan diidap sekitar
90% penderita diabetes di seluruh dunia.
Memang sakit gula atau
diabetes ini sangat sangar sekali. Berapa banyak saudara, handai taulan bahkan
tetangga kita yang mengalami diabetes. Berapa banyak yang telah pergi
meninggalkan kita karena sakit gula. Untuk kamu yang sudah terkena penyakit
diabetes, jangan panik dan segera tanyakan bagaimana cara menanganinya pada dokter.
Yuk lawan penyakit diabetes!


0 comments:
Post a Comment