Tuesday, April 19, 2016

Melawan Diabetes


Sebagaimana yang kita ketahui, pada Hari Kesehatan Se-Dunia kemaren WHO mengusung tema “Beat Deabetes”, sebagai aksi global untuk mencegah pertumbuhan dan peningkatan kepedulian terhadap orang dengan diabetes.

Tetapi, kenapa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) fokus terhadap penyakit diabetes? seperti dikutip Jamaica Gleaner, WHO memberikan beberapa alasan, yaitu:

  1. Epidemi diabetes meningkat dengan pesat di banyak negara. Peningkatan paling dramatis terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.
  2. Sebagian besar kasus diabetes dapat dicegah, menerapkan gaya hidup sehat telah terbukti efektif dalam mencegah atau menunda terkena diabetes tipe 2. Menjaga berat badan normal, rutin aktivitas fisik dan makan makanan sehat dapat mengurangi risiko diabetes.
  3. Diabetes dapat diobati, serta dikendalikan untuk mencegah komplikasi. Meningkatkan akses ke diagnosis, pendidikan pengelolaan diri dan pengobatan yang terjangkau merupakan komponen penting dari respon.
  4. Upaya mencegah dan mengobati diabetes akan menjadi penting untuk mencapai global Sustainable Development Goal 3 target mengurangi angka kematian dini dari penyakit menular dengan sepertiganya pada tahun 2030. Dalam hal ini pemerintah, pengusaha, pendidik, produsen, dan sektor swasta harus berperan penting.

Berdasarkan data dari WHO, Pada 1980-an sudah ada 108 juta pengidap diabetes. Lalu, di 2015 jumlahnya meningkat empat kali lipat menjadi 415 juta orang. Penyakit mematikan ini telah tiba pada titik epidemi dan jumlahnya terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

Dilansir dari situs resmi Kementerian Kesehatan (Depkes.go.id), berdasar Data Sample Registration Survey tahun 2014 menunjukkan bahwa diabetes merupakan penyebab kematian terbesar nomor 3 di Indonesia dengan persentase sebesar 6,7%, setelah stroke (21,1%) dan penyakit jantung koroner (12,9%). Bila tak ditanggulangi, kondisi ini dapat menyebabkan penurunan produktivitas, disabilitias, dan kematian dini.

Data International Diabetes Federation tahun 2015 menyatakan jumlah estimasi penyandang diabetes di Indonesia diperkirakan sebesar 10 juta. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan bahwa terjadi peningkatan prevalensi Diabetes di Indonesia dari 5,7% tahun 2007 menjadi 6,9% atau sekitar sekitar 9,1 juta pada tahun 2013.

Berdasarkan data World Economic Forum April 2015, potensi kerugian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) di Indonesia pada periode 2012-2030 mencapai US$ 4,47 triliun atau 5,1 kali PDB 2012. Besarnya pembiayaan kesehatan akibat Diabetes tampak dari klaim BPJS sampai tahun 2015.

Sangat mengerikan ya jika penyakit diabetes ini tidak ditanggulangi, padahal diabetes merupakan penyakit tidak menular yang bisa dicegah. Dikutip dari data yang dirilis Kementerian Kesehatan RI, 2/3 diabetesi (sebutan untuk penderita diabates) di Indonesia tidak mengetahui dirinya memiliki diabetes. Selain tidak mengetahui menderita diabetes, jumlah tersebut juga diperparah dengan berpotensi untuk mengakses layanan kesehatan dalam kondisi terlambat atau sudah komplikasi.

Oleh karena itu amat penting untuk melakukan aksi mencegah, mengobati dan melawan diabetes bersama-sama. Dengan melakukan pencegahan, bisa menurunkan jumlah pengidap diabetes. Lalu, jika terdeteksi secara dini bisa mengurangi risiko komplikasi dan beban biaya.

Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek beberapa waktu yang lalu menghimbau masyarakat untuk melakukan aksi CERDIK dalam rangka mengendalikan penyakit diabetes.

Aksi CERDIK itu adalah:
  1. Cek kesehatan secara teratur untuk megendalikan berat badan agar tetap ideal dan tidak berisiko mudah sakit, periksa tensi darah, gula darah, dan kolesterol secara teratur.
  2. Enyahkan asap rokok dan jangan merokok.
  3. Rajin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, seperti berolah raga, berjalan kaki, membersihkan rumah. Upayakan dilakukan dengan baik, benar, teratur dan terukur.
  4. Diet yang seimbang dengan mengkonsumsi makanan sehat dan gizi seimbang, konsumsi buah sayur minimal 5 porsi per hari, sedapat mungkin menekan konsumsi gula hingga maksimal 4 sendok makan atau 50 gram per hari, hindari makanan/minuman yang manis atau yang berkarbonasi
  5. Istirahat yang cukup.
  6. Kelola stress dengan baik dan benar.

Bagi penderita diabetes, Sunita Pathania dari Healthy Living Diet Clinic memberikan beberapa langkah berikut untuk bertahan melawan diabetes, seperti dilansir oleh Times of India.

1. Pengobatan rutin
Obat dan injeksi sangat penting untuk mengontrol diabetes. Apapun jenis obat yang diberikan oleh dokter, pastikan Anda mengetahui secara detail mengenai dosis dan kegunaannya. Diskusikan semua obat yang Anda konsumsi pada dokter atau ahlinya untuk mencegah komplikasi.

2. Memilih makanan
Memilih makanan adalah hal yang tak bisa diremehkan oleh penderita diabetes. Ikuti diet untuk menjaga berat badan dan mengontrol tingkat gula dalam darah. Diskusikan dengan ahli diet dan sesuaikan diet dengan obat-obatan dan gaya hidup yang Anda jalani. Jangan lewatkan makanan dan makan tiga makanan porsi kecil setiap hari untuk menjaga tingkat gula darah.

3. Cek diri sendiri
Mengecek tingkat gula darah adalah hal penting yang harus dilakukan. Tingkat gula darah akan memberikan informasi pada dokter atau ahli untuk merencanakan diet, aktivitas fisik, dan pengobatan Anda. Jika tingkat gula darah Anda di bawah 70 atau di atas 240 dua kali seminggu, maka Anda wajib menelepon dokter.

4. Gula darah tinggi dan rendah
Tingkat gula darah tak stabil bisa menyebabkan komplikasi serius. Jika gula darah Anda sangat rendah, segera konsumsi segelas susu skim atau konsumsi 3 - 4 tablet glukosa. Setelah itu tunggu 15 menit dan kembali cek gula darah Anda. Jika masih terlalu rendah, tambahkan karbohidrat. Sebaliknya, jika gula darah anda terlalu tinggi, Anda harus mengetes tingkat gula darah empat jam sekali. Minum delapan gelas air putih setiap hari untuk mencegah dehidrasi dan mengonsumsi 40 - 50 gram karbohidrat setiap empat jam sekali.

5. Hindari cedera
Jika Anda adalah penderita diabetes, maka sedikit luka saja bisa mengakibatkan infeksi berbahaya yang membuat bagian tubuh Anda diamputasi. Untuk itu, cek kesehatan organ tubuh anda setiap hari, seperit kaki, tangan, dan mata. Hindari hal-hal yang bisa membuat Anda terluka.

Seperti diketahui, diabetes adalah suatu kondisi di mana kadar gula (glukosa) dalam darah tinggi. Ada dua tipe dalam diabetes, yakni, Diabetes tipe 1 yang biasanya diderita sejak kanak-kanak, tidak diketahui penyebab tepatnya, dan tidak dapat dicegah. Tubuh benar-benar berhenti memproduksi insulin, karenanya penderita Diabetes tipe 1 sangat bergantung pada terapi insulin untuk kelangsungan hidup dan pemeliharaan kesehatannya. Adapun, diabetes tipe 2 merupakan bentuk umum dan diidap sekitar 90% penderita diabetes di seluruh dunia.

Memang sakit gula atau diabetes ini sangat sangar sekali. Berapa banyak saudara, handai taulan bahkan tetangga kita yang mengalami diabetes. Berapa banyak yang telah pergi meninggalkan kita karena sakit gula. Untuk kamu yang sudah terkena penyakit diabetes, jangan panik dan segera tanyakan bagaimana cara menanganinya pada dokter. Yuk lawan penyakit diabetes!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 comments:

Post a Comment


iklan

 

Copyright © Gema IKM. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com