Perkembangan
media online saat ini merupakan awal munculnya istilah citizen journalism atau yang lebih kita kenal dengan istilah
jurnalis warga. Istilah citizen
journalism mengacu pada berbagai kegiatan sehari-hari, dimana orang-orang
berkontribusi dalam menyampaikan informasi atau berita tentang sebuah kejadian atau peristiwa.
Dari waktu ke waktu, citizen journalism mendapatkan
manfaat dari perkembangan teknologi yang semakin modern.
Sebagai
contoh Soha Naqqash yang kala itu memang menjadi seorang anchor di salah satu
channel televisi milik negara. Dalam pemberitaannya di media, stasiun tersebut
cenderung untuk mengabaikan semangat revolusi yang ada di Mesir. Namun Naqqash
menulis status di halaman facebooknya untuk mengkritisi bagaimana media
coverage yang dilakukan oleh stasiun televisi tempat Ia bekerja yang akhirnya
dibagikan di antara para jurnalis. (Issawi,2014:66)
Begitu
besarnya pengaruh media online sebagai public sphere membayangi revolusi Mesir
kala itu. Media sosial memfasilitasi masyarakat untuk mengeluarkan suaranya.
Masyarakat yang bungkam pun menjadi vokal karena adanya media alternatif ini.
Bercermin dari kasus yang melanda Mesir, kita dapat melihat contoh nyata
mengenai bagaimana media online memiliki potensi kekuatan yang sangat besar
dalam pencapaian demokrasi. Bahkan, negara yang sulit ditembus karena tirani
pemimpin pun dapat pudar melalui media sosial yang mungkin dipandang sebelah
mata.
Dalam dunia
kemahasiswaan, citizen journalism bukan lagi hal yang baru. Melainkan sebuah
cara untuk menyampaikan suara, opini, bahkan uneg-uneg dari mahasiswa itu
sendiri. Ketika orasi di jalanan tak lagi digubris, maka untaian kata di sebuah
media massa dinilai jauh lebih memberikan pengaruh dan diberikan tanggapan dari
berbagai elemen masyarakat.
Keberadaan Gema-IKM.co.nr
sebagai wadah informasi
dan komunikasi mahasiswa dan alumni Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM)
STIKes Hang Tuah Pekanbaru sangat mendukung peran tersebut dalam lingkup citizen journalism. Setiap
mahasiswa dan alumni IKM dapat menyalurkan opini serta informasi berupa
artikel yang dinilai bermanfaat bagi pembaca.
Bagaimana
cara menilai artikel yang bermanfaat? Setelah artikel di-submit oleh penulis,
artikel tersebut tidak langsung muncul di situs web Gema-IKM.co.nr, namun butuh
persetujuan dari editor (setelah melalui proses checking dan editing) yang
apabila memenuhi syarat, akan di-publish secepatnya.
Cara ini
cukup efektif dalam menghindari munculnya posting-posting yang kurang
berkualitas dan mengandung makna yang bersifat subjektif yang menjatuhkan
beberapa pihak.
Dalam
memberikan informasi tentang kemahasiswaan dan fenomena yang berhubungan dengan
mahasiswa, Gema-IKM.co.nr akan berusaha untuk up to date. Namun, ada beberapa
fenomena dan informasi yang menyangkut kemahasiswaan yang luput dari liputan Gema-IKM.co.nr.
Hal ini dikarenakan kurangnya minat mahasiswa dan alumni untuk membuat
artikel di Gema-IKM.co.nr dan lebih memilih untuk mem-publish informasinya
melalui situs pribadi maupun situs web lainnya, misal: twitter, blog, kaskus,
tumblr, dll.
Sehingga perlu adanya sosialisasi dan promosi dari Gema-IKM.co.nr yang dapat
menarik minat, sehingga Gema-IKM.co.nr dapat menjadi ikon utama citizen
journalism di kalangan mahasiswa dan alumni IKM.
Referensi : http://www.kompasiana.com/www.lisalistiani.com/citizen-journalism-dari-warga-oleh-warga-untuk-warga_54f7b8e0a3331139208b47a4


0 comments:
Post a Comment