Tuesday, March 8, 2016

Ketika Mahasiswa Tak Hanya Bicara


Perkembangan media online saat ini merupakan awal munculnya istilah citizen journalism atau yang lebih kita kenal dengan istilah jurnalis warga. Istilah citizen journalism mengacu pada berbagai kegiatan sehari-hari, dimana orang-orang berkontribusi dalam menyampaikan informasi atau berita tentang sebuah kejadian atau peristiwa. Dari waktu ke waktu, citizen journalism mendapatkan manfaat dari perkembangan teknologi yang semakin modern.

Sebagai contoh Soha Naqqash yang kala itu memang menjadi seorang anchor di salah satu channel televisi milik negara. Dalam pemberitaannya di media, stasiun tersebut cenderung untuk mengabaikan semangat revolusi yang ada di Mesir. Namun Naqqash menulis status di halaman facebooknya untuk mengkritisi bagaimana media coverage yang dilakukan oleh stasiun televisi tempat Ia bekerja yang akhirnya dibagikan di antara para jurnalis. (Issawi,2014:66)

Begitu besarnya pengaruh media online sebagai public sphere membayangi revolusi Mesir kala itu. Media sosial memfasilitasi masyarakat untuk mengeluarkan suaranya. Masyarakat yang bungkam pun menjadi vokal karena adanya media alternatif ini. Bercermin dari kasus yang melanda Mesir, kita dapat melihat contoh nyata mengenai bagaimana media online memiliki potensi kekuatan yang sangat besar dalam pencapaian demokrasi. Bahkan, negara yang sulit ditembus karena tirani pemimpin pun dapat pudar melalui media sosial yang mungkin dipandang sebelah mata.

Dalam dunia kemahasiswaan, citizen journalism bukan lagi hal yang baru. Melainkan sebuah cara untuk menyampaikan suara, opini, bahkan uneg-uneg dari mahasiswa itu sendiri. Ketika orasi di jalanan tak lagi digubris, maka untaian kata di sebuah media massa dinilai jauh lebih memberikan pengaruh dan diberikan tanggapan dari berbagai elemen masyarakat.

Keberadaan Gema-IKM.co.nr sebagai wadah informasi dan komunikasi mahasiswa dan alumni Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) STIKes Hang Tuah Pekanbaru sangat mendukung peran tersebut dalam lingkup citizen journalism. Setiap mahasiswa dan alumni IKM dapat menyalurkan opini serta informasi berupa artikel yang dinilai bermanfaat bagi pembaca.
                            
Bagaimana cara menilai artikel yang bermanfaat? Setelah artikel di-submit oleh penulis, artikel tersebut tidak langsung muncul di situs web Gema-IKM.co.nr, namun butuh persetujuan dari editor (setelah melalui proses checking dan editing) yang apabila memenuhi syarat, akan di-publish secepatnya.

Cara ini cukup efektif dalam menghindari munculnya posting-posting yang kurang berkualitas dan mengandung makna yang bersifat subjektif yang menjatuhkan beberapa pihak.

Dalam memberikan informasi tentang kemahasiswaan dan fenomena yang berhubungan dengan mahasiswa, Gema-IKM.co.nr akan berusaha untuk up to date. Namun, ada beberapa fenomena dan informasi yang menyangkut kemahasiswaan yang luput dari liputan Gema-IKM.co.nr. Hal ini dikarenakan kurangnya minat mahasiswa dan alumni untuk membuat artikel di Gema-IKM.co.nr dan lebih memilih untuk mem-publish informasinya melalui situs pribadi maupun situs web lainnya, misal: twitter, blog, kaskus, tumblr, dll.


Sehingga perlu adanya sosialisasi dan promosi dari Gema-IKM.co.nr yang dapat menarik minat, sehingga Gema-IKM.co.nr dapat menjadi ikon utama citizen journalism di kalangan mahasiswa dan alumni IKM.

Referensi : http://www.kompasiana.com/www.lisalistiani.com/citizen-journalism-dari-warga-oleh-warga-untuk-warga_54f7b8e0a3331139208b47a4
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 comments:

Post a Comment


iklan

 

Copyright © Gema IKM. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com