Sunday, February 14, 2016

Mahasiswa sebagai Agent of Change


Menurut anda Bagaimanakah Hakikat seorang Mahasiswa ??

Ya, sebagian besar orang-orang akan mengatakan Mahasiswa tentu tidak sama dengan siswa/pelajar SMA yang hanya menunggu tugas dari guru untuk dikerjakan. Namun kata Mahasiswa tidaklah sesederhana itu. Mahasiswa adalah status yang dipikul oleh para pemuda-pemudi Indonesia yang tidak hanya memikirkan dirinya, namun bangsa dan juga negaaranya.

Melihat situasi saat ini. Tidaklah banyak mahasiswa yang benar-benar peduli pada bangsa dan negaranya, mengikuti alur yang ada, entah alur itu benar atau salah seperti istilah bahasa jawa, “enjeh mas, enjeh mbak“. Hal ini yang menjadi sebuah ironis buat kita semua. Seyogyanya peran Mahasiswa itu begitu luas, tidaklah hanya sekedar mencakup kegiataan pembelajaran di kampus. Perlu kita pahami bersama, mahasiswa adalah kaum intelektual terdidik, bibit-bibit calon Pemimpin negeri ini. Jadi menurut hemat saya tidaklah cukup mahasiswa hanya mengandalkan sisi akademis (hardskill), namun perlu juga yang namanya softskill. Softskill hanya didapatkan jika mahasiswa tersebut berkecimpung kedalam dunia organisasi. Pada aspek inilah mahasiswa akan diajarkan yang bagaimana cara memanajemen waktu, tanggung jawab, totalitas, profesionalitas, melatih kecapakan dalam memimpin dan tentunya melaksanakan kegiatan yang berlandaskan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mampu memberikan sumbangsih terbaik kepada bangsanya.

Pemikiran kritis, demokratis, dan konstruktif diharapkan selalu lahir dari pola pikir para mahasiswa. Suara mahasiswa kerap kali merepresentasikan dan mengangkat realita sosial yang terjadi di masyarakat. Sikap idealisme mendorong mahasiswa untuk memperjuangkan sebuah aspirasi pada penguasa, dengan cara mereka sendiri. Tidak serta merta dalam memperjuangkan aspirasi mahasiswa hanya dengan demo anarkis. Cukup banyak cara lainnya yaitu diskusi dan advokasi kepada pembuat kebijakan. Jadi demonstarsi mahasiswa hanya jalan terakhir dalam memperjuangkan aspirasi bangsa seutuhnya.

Mahasiswa sebagai Agent of Change adalah hakikat mahasiswa sebaga agen perubahan. Istilah gaulnya BAPER yakni bawa perubahan. Sudah jelas kenapa perubahan itu perlu dilakukan dan kenapa mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam perubahan tersebut, lantas dalam melakukan perubahan tersebut haruslah dibuat metode yang tidak tergesa-gesa, dimulai dari ruang lingkup terkecil yaitu diri sendiri, lalu menyebar terus hingga akhirnya sampai ke ruang lingkup yang kita harapkan, yaitu bangsa ini.

Selanjutnya mahasiswa juga dituntut sebagai pelaku dalam masyarakat, karena tidak bisa dipungkiri kita merupakan bagian dari masyarakat. Idealnya, mahasiswa menjadi panutan dalam masyarakat, berlandaskan dengan pengetahuannya, dengan tingkat pendidikannya, norma-norma yang berlaku disekitarnya, dan pola berfikirnya. Namun, kenyataan dilapangan berbeda dari yang diharapkan, mahasiswa cenderung hanya mndalami ilmu-ilmu teori di bangku perkuliahan dan sedikit sekali diantaranya yang berkontak dengan masyarakat, walaupun ada sebagian mahasiswa yang mulai melakukan pendekatan dengan masyarakat melalui program-program pengabdian masyarakat.

Kemudian mahasiswa juga diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki mental dan kemampuan yang nantinya dapat menggantikan generasi-generasi sebelumnya. Intinya mahasiswa itu merupakan aset, cadangan, harapan bangsa untuk masa depan. Tak dapat dipungkiri bahwa seluruh organisasi yang ada akan bersifat mengalir, yaitu ditandai dengan pergantian kekuasaan dari golongan tua ke golongan muda, oleh karena itu kaderisasi harus dilakukan terus-menerus. Dunia kampus dan kemahasiswaannya merupakan momentum kaderisasi yang sangat sayang bila tidak dimanfaatkan bagi mereka yang memiliki kesempatan.

Mahasiswa adalah garda terdepan dalam memperjuangkan hak bangsa seutuhnya” by N10

Mereka bias dalam memahami jati diri dan peran sebagai mahasiswa. Jati diri mahasiswa hanya dipahami sebagai sosok intelektual semata, mereka melupakan sisi jati diri mahasiswa sebagai pemuda yang berani, responsif, dinamis, dana energik. Mereka gagal memahami mahasiswa sebagai perpaduan karakter anak muda dan kaum intelektual” by anonymous


Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat Indonesia !!!


Nama : NOPIANTO
Semester : 8/Epidemiologi
Social Media :
  • Facebook : Nopian Kaiser
  • Twitter : @Nopian10
  • Instagram : @nopian_10
  • Line : Nopian10
Terimakasih kepada Pak Pian yang telah mengirimkan karya tulisnya ke Gema-IKM.co.nrKami tunggu karya tulis selanjutnya
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 comments:

Post a Comment


iklan

 

Copyright © Gema IKM. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com