Menurut anda
Bagaimanakah Hakikat seorang Mahasiswa ??
Ya, sebagian besar orang-orang
akan mengatakan Mahasiswa tentu tidak sama dengan siswa/pelajar SMA yang hanya
menunggu tugas dari guru untuk dikerjakan. Namun kata Mahasiswa tidaklah
sesederhana itu. Mahasiswa adalah status yang dipikul oleh para pemuda-pemudi
Indonesia yang tidak hanya memikirkan dirinya, namun bangsa dan juga
negaaranya.
Melihat situasi saat ini.
Tidaklah banyak mahasiswa yang benar-benar peduli pada bangsa dan negaranya,
mengikuti alur yang ada, entah alur itu benar atau salah seperti istilah bahasa
jawa, “enjeh mas, enjeh mbak“. Hal
ini yang menjadi sebuah ironis buat kita semua. Seyogyanya peran Mahasiswa itu
begitu luas, tidaklah hanya sekedar mencakup kegiataan pembelajaran di kampus.
Perlu kita pahami bersama, mahasiswa adalah kaum intelektual terdidik,
bibit-bibit calon Pemimpin negeri ini. Jadi menurut hemat saya tidaklah cukup
mahasiswa hanya mengandalkan sisi akademis (hardskill), namun perlu juga yang
namanya softskill. Softskill hanya
didapatkan jika mahasiswa tersebut berkecimpung kedalam dunia organisasi. Pada
aspek inilah mahasiswa akan diajarkan yang bagaimana cara memanajemen waktu,
tanggung jawab, totalitas, profesionalitas, melatih kecapakan dalam memimpin
dan tentunya melaksanakan kegiatan yang berlandaskan Tri Dharma Perguruan
Tinggi, yang mampu memberikan sumbangsih terbaik kepada bangsanya.
Pemikiran kritis, demokratis, dan
konstruktif diharapkan selalu lahir dari pola pikir para mahasiswa. Suara
mahasiswa kerap kali merepresentasikan dan mengangkat realita sosial yang
terjadi di masyarakat. Sikap idealisme mendorong mahasiswa untuk memperjuangkan
sebuah aspirasi pada penguasa, dengan cara mereka sendiri. Tidak serta merta
dalam memperjuangkan aspirasi mahasiswa hanya dengan demo anarkis. Cukup banyak
cara lainnya yaitu diskusi dan advokasi kepada pembuat kebijakan. Jadi
demonstarsi mahasiswa hanya jalan terakhir dalam memperjuangkan aspirasi bangsa
seutuhnya.
Mahasiswa sebagai Agent of Change adalah hakikat mahasiswa sebaga agen perubahan.
Istilah gaulnya BAPER yakni bawa perubahan. Sudah jelas kenapa perubahan itu
perlu dilakukan dan kenapa mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam
perubahan tersebut, lantas dalam melakukan perubahan tersebut haruslah dibuat
metode yang tidak tergesa-gesa, dimulai dari ruang lingkup terkecil yaitu diri
sendiri, lalu menyebar terus hingga akhirnya sampai ke ruang lingkup yang kita
harapkan, yaitu bangsa ini.
Selanjutnya mahasiswa juga dituntut sebagai pelaku
dalam masyarakat, karena tidak bisa dipungkiri kita merupakan bagian dari
masyarakat. Idealnya, mahasiswa menjadi panutan dalam masyarakat, berlandaskan
dengan pengetahuannya, dengan tingkat pendidikannya, norma-norma yang berlaku
disekitarnya, dan pola berfikirnya. Namun, kenyataan dilapangan berbeda dari
yang diharapkan, mahasiswa cenderung hanya mndalami ilmu-ilmu teori di bangku
perkuliahan dan sedikit sekali diantaranya yang berkontak dengan masyarakat,
walaupun ada sebagian mahasiswa yang mulai melakukan pendekatan dengan
masyarakat melalui program-program pengabdian masyarakat.
Kemudian mahasiswa juga diharapkan menjadi
manusia-manusia tangguh yang memiliki mental dan kemampuan yang nantinya dapat
menggantikan generasi-generasi sebelumnya. Intinya mahasiswa itu merupakan
aset, cadangan, harapan bangsa untuk masa depan. Tak dapat dipungkiri bahwa
seluruh organisasi yang ada akan bersifat mengalir, yaitu ditandai dengan
pergantian kekuasaan dari golongan tua ke golongan muda, oleh karena itu
kaderisasi harus dilakukan terus-menerus. Dunia kampus dan kemahasiswaannya
merupakan momentum kaderisasi yang sangat sayang bila tidak dimanfaatkan bagi
mereka yang memiliki kesempatan.
“Mahasiswa
adalah garda terdepan dalam memperjuangkan hak bangsa seutuhnya” by N10
“Mereka bias dalam memahami jati diri dan
peran sebagai mahasiswa. Jati diri mahasiswa hanya dipahami sebagai sosok
intelektual semata, mereka melupakan sisi jati diri mahasiswa sebagai pemuda
yang berani, responsif, dinamis, dana energik. Mereka gagal memahami mahasiswa
sebagai perpaduan karakter anak muda dan kaum intelektual” by anonymous
Hidup
Mahasiswa, Hidup Rakyat Indonesia !!!
|
Semester : 8/Epidemiologi
Social Media :
|



0 comments:
Post a Comment