Waspadai Demam Berdarah
APA SIH ITU DBD?
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) (bahasa medisnya disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang mana menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan.
Demam dengue juga disebut sebagai "breakbone fever" atau "bonebreak
fever" (demam sendi), karena demam tersebut dapat menyebabkan
penderitanya mengalami nyeri hebat seakan-akan tulang mereka patah.
Sejumlah gejala dari demam dengue adalah demam sakit kepala kulit kemerahan yang tampak seperti campak; dan nyeri otot dan persendian.
Pada sejumlah pasien, demam dengue dapat berubah menjadi satu dari dua
bentuk yang mengancam jiwa. Yang pertama adalah demam berdarah, yang
menyebabkan pendarahan, kebocoran pembuluh darah (saluran yang mengalirkan darah), dan rendahnya tingkat trombosit darah (yang menyebabkan darah membeku). Yang kedua adalah sindrom renjat dengue, yang menyebabkan tekanan darah rendah yang berbahaya. Terdapat empat jenis virus dengue. Apabila seseorang telah terinfeksi
satu jenis virus, biasanya dia menjadi kebal terhadap jenis tersebut
seumur hidupnya. Namun, dia hanya akan terlindung dari tiga jenis virus
lainnya dalam waktu singkat. Jika kemudian dia terkena satu dari tiga
jenis virus tersebut, dia mungkin akan mengalami masalah yang serius.
PENYEBAB DBD
Virus dengue
adalah virus yang menjadi penyebab seseorang terpajan demam berdrah. Virus ini
awalnya menyelinap dalam tubuh kemudian hidup di sel yang menuju saluran
pencernaan nyamuk. Sekitar 8 hari 10 hari berikutnya, virus akan menyebar ke
kelenjar saliva nyamuk, tempat produksi saliva atau ludh atau air liur. Oleh
karena itu, nyamuk yang menginfeksi seseorang dengan cara digigit sama saja
dengan mengoper atau memindahkan virus dengue bersama air liur nyamuk ke dalam
tubuh manusia.
GEJALA DBD
Gejala demam berdarah umumnya akan terlihat pada tiga hingga empat belas hari setelah masa inkubasi dan biasanya diawali dengan demam tinggi
yang bisa mencapai suhu 41 derajat celsius. Masa inkubasi adalah jarak
waktu antara virus pertama masuk ke dalam tubuh sampai gejala pertama
muncul.
DISTRIBUSI PENYAKIT DBD DI KOTA PEKANBARU TAHUN 2015
Berdasarkan diagram di atas dapat
disimpulkan bahwa data di beberapa kecamatan yang ada di kota Pekanbaru pada
tahun 2015 berjumlah 473 kasus yang tercatat di Puskesmas. Kasus DBD tertinggi adalah
kecamatan Tampan berjumlah 81 kasus, dan kecamatan terendah adalah kecamatan
Pekanbaru Kota berjumlah 14 kasus.
LANGKAH PENCEGAHAN PENYAKIT DBD
Meski hingga saat ini belum ada vaksin yang bisa menangkal DBD, namun beberapa langkah pencegahan penyakit ini bisa Anda lakukan, diantaranya:- Mensterilkan rumah atau lingkungan sekitar rumah Anda, misalnya dengan penyemprotan pembasmi nyamuk.
- Membersihkan bak mandi dan menaburkan serbuk abate agar jentik-jentik nyamuk mati.
- Menutup, membalik, atau jika perlu menyingkirkan media-media kecil penampung air lainnya yang ada di rumah Anda.
- Memasang kawat anti nyamuk di seluruh ventilasi rumah Anda.
- Memasang kelambu di ranjang tidur Anda.
- Memakai anti nyamuk, terutama yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET) yang terbukti efektif. Namun jangan gunakan produk ini pada bayi yang masih berusia di bawah dua tahun.
- Mengenakan pakaian yang cukup bisa melindungi Anda dari gigitan nyamuk.
(Hasil diskusi Divisi Kajian Strategi dan Advokasi HIMA IKM)
0 comments:
Post a Comment